Usai Operasi SAR Dihentikan, Andra Soni Tegaskan Pemantauan 8 Orang Hilang Tetap Berjalan

waktu baca 2 menit
Jumat, 18 Sep 2026 14:33 36 Nazwa

PANDEGLANG | TD – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari. Meski pencarian aktif berakhir, Gubernur Banten Andra Soni memastikan pemantauan terhadap keberadaan para korban tetap dilakukan.

Penghentian operasi SAR tersebut diumumkan pada Kamis (17/9/2026) setelah Tim SAR Gabungan menyelesaikan masa pencarian hingga hari ke-10, termasuk perpanjangan operasi selama tiga hari. Dalam proses pencarian, tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

Delapan orang yang hilang terdiri atas lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu wisata. Mereka dilaporkan hilang kontak saat berada di perairan Selat Sunda ketika melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Andra Soni mengatakan, meski operasi SAR gabungan telah dihentikan, pemantauan di wilayah perairan Selat Sunda tetap akan dilakukan. Pemprov Banten juga akan terus berkoordinasi dengan Tim SAR dan pihak-pihak terkait untuk mengikuti setiap perkembangan di lapangan.

“Pemantauan tetap dilakukan dan kami akan terus berkoordinasi dengan Tim SAR,” ujar Andra Soni.

Menurut Andra, langkah tersebut penting untuk memastikan setiap informasi mengenai keberadaan delapan orang yang hilang dapat segera diketahui dan diteruskan kepada keluarga.

Ia menegaskan, Pemprov Banten akan proaktif dalam menyampaikan perkembangan informasi kepada keluarga korban. Pemerintah daerah tidak ingin keluarga kehilangan akses terhadap informasi setelah operasi pencarian aktif berakhir.

“Sekecil apa pun informasi yang kami peroleh, akan segera kami sampaikan kepada keluarga,” katanya.

Sebelumnya, operasi SAR gabungan dilakukan melalui penyisiran di sejumlah sektor dengan melibatkan unsur pencarian di darat, laut, dan udara. Hingga batas akhir operasi, tim belum menemukan objek yang menjadi sasaran pencarian. Area pencarian pada hari ke-10 juga telah diperluas hingga sekitar 8.509 nautical mile (NM) persegi.

Andra mengatakan keputusan penghentian operasi diambil setelah dilakukan evaluasi terhadap efektivitas pencarian. Meski demikian, Pemprov Banten tetap membuka koordinasi apabila nantinya terdapat informasi atau petunjuk baru terkait keberadaan para korban.

Selain memastikan pemantauan tetap berjalan, Pemprov Banten juga berkomitmen memberikan pendampingan kepada keluarga delapan orang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Pemerintah daerah menyatakan komunikasi dengan keluarga akan terus dijaga untuk memastikan mereka memperoleh informasi terbaru.

Bagi keluarga, berakhirnya operasi SAR aktif belum menjadi akhir dari penantian. Pemerintah Provinsi Banten memastikan proses pemantauan dan komunikasi tetap berjalan sembari menunggu adanya informasi lebih lanjut mengenai delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda. (*)

LAINNYA