Tangani Ancaman Banjir, Pilar Saga Ichsan Tinjau Pembangunan Turap Serpong Green Park

waktu baca 2 menit
Kamis, 18 Des 2025 17:57 213 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Ancaman banjir dan longsor yang selama ini menghantui warga Perumahan Serpong Green Park mulai ditangani secara serius oleh pemerintah daerah. Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, turun langsung ke lokasi untuk mengecek pembangunan turap serta sistem pengendalian air, Selasa (16/12/2025).

Dalam peninjauan tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan melakukan pemasangan beronjong sebagai dinding penahan tanah. Struktur ini berfungsi ganda, yakni memperkuat tebing sungai sekaligus mencegah luapan air masuk ke kawasan permukiman saat hujan dengan intensitas tinggi.

Menurut Pilar, pemasangan beronjong menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko longsor di wilayah tersebut. Ia menuturkan bahwa sejumlah titik rawan telah mengalami retakan dan pergeseran tanah, bahkan berdampak pada kerusakan jalan di sekitar permukiman.

Pemkot Tangsel, lanjut Pilar, telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan memperoleh izin karena pekerjaan tersebut dinilai mendesak demi keselamatan warga.

Peninjauan lapangan dilakukan guna memastikan pembangunan turap benar-benar mampu melindungi kawasan hunian yang posisinya lebih rendah dibandingkan aliran sungai di sekitarnya. Pilar mengaku khawatir jika hujan besar terjadi tanpa pengamanan yang memadai, potensi longsor dan kecelakaan dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Selain penguatan tebing, Pemkot Tangsel juga menerapkan sistem pengendalian banjir melalui konsep long storage dengan membangun ground tank. Air hujan dari lingkungan sekitar akan ditampung sementara, kemudian dipompa ke sungai ketika permukaan air sudah surut. Skema ini diterapkan untuk menghindari efek backwater yang kerap memicu banjir.

“Air dari lingkungan warga diarahkan masuk ke ground tank terlebih dahulu, lalu dipompa ke sungai agar tidak terjadi limpasan balik,” jelas Pilar.

Pembangunan turap di kawasan Serpong Green Park telah dimulai sejak 2024 dengan pendanaan dari APBD murni dan dilanjutkan melalui APBD Perubahan 2025. Hingga pertengahan Desember 2025, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 90 persen.

Turap dibangun dengan tinggi rata-rata dua meter, sementara struktur bronjong mencapai empat hingga enam meter hingga ke bagian fondasi. Pengerjaan dilakukan secara bertahap pada titik-titik yang paling rentan terhadap pengikisan tanah.

Pilar menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat. Dengan target rampung pada akhir Desember 2025, ia berharap warga Serpong Green Park tidak lagi diliputi kekhawatiran saat musim hujan ekstrem.

“Yang utama, warga bisa merasa lebih tenang dan tidak lagi cemas setiap kali hujan deras turun,” pungkasnya. (*)

LAINNYA