Jaga Warisan Sejarah, Pemkab Tangerang Bangun Museum Raden Aria Wangsakara

waktu baca 2 menit
Sabtu, 12 Sep 2026 11:50 37 Nazwa

TANGERANG | TD – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mulai membangun Museum Raden Aria Wangsakara sebagai bagian dari upaya menjaga warisan sejarah dan budaya daerah.

Pembangunan museum tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, Jumat (11/9/2026).

Maesyal mengatakan, pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara tidak semata-mata ditujukan untuk menghadirkan sebuah bangunan baru. Lebih dari itu, keberadaan museum diharapkan menjadi bagian penting dalam menjaga ingatan sejarah serta merawat warisan budaya yang dimiliki Kabupaten Tangerang.

“Pembangunan museum ini bukan sekadar pembangunan sebuah gedung. Lebih dari itu, museum ini merupakan ikhtiar kita untuk menjaga ingatan sejarah, merawat warisan budaya, serta menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi yang akan datang,” ujar Maesyal.

Menurutnya, Raden Aria Wangsakara merupakan salah satu tokoh penting dalam perjalanan sejarah Tangerang. Nilai perjuangan, keberanian, keteladanan, serta kecintaannya terhadap masyarakat dan tanah kelahirannya menjadi bagian dari sejarah yang perlu terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.

Maesyal menilai, pembangunan museum menjadi salah satu langkah untuk memastikan sejarah dan nilai perjuangan tersebut tidak berhenti sebagai catatan masa lalu. Melalui museum, masyarakat nantinya dapat mengenal lebih dekat sosok Raden Aria Wangsakara beserta perjalanan sejarah yang berkaitan dengan Tangerang.

“Untuk generasi muda Tangerang, kita ingin mereka tumbuh sebagai generasi yang maju dan berdaya saing, namun tetap mengenal akar sejarah dan menghargai jasa para pendahulunya,” katanya.

Ia menegaskan, pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara juga mencerminkan komitmen Pemkab Tangerang dalam mengembangkan daerah secara menyeluruh. Pembangunan tidak hanya diarahkan pada aspek infrastruktur, tetapi juga mencakup pelestarian kebudayaan dan penguatan jati diri masyarakat.

Keberadaan museum nantinya diharapkan dapat menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat dengan sejarah daerahnya. Berbagai peninggalan dan narasi sejarah yang dihadirkan dapat membantu masyarakat memahami perjalanan masa lalu sekaligus melihat nilai-nilai yang masih relevan untuk kehidupan saat ini.

Maesyal berharap proses pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara dapat berjalan lancar dan selesai sesuai rencana sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Kabupaten Tangerang.

“Semoga pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara dapat berjalan dengan lancar, selesai tepat waktu, dan nantinya memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Ia pun berharap museum tersebut kelak tidak hanya menjadi tempat penyimpanan berbagai catatan dan peninggalan sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga warisan sejarah Tangerang bagi generasi mendatang.

“Mari kita jadikan museum ini sebagai rumah bagi sejarah, ruang bagi pendidikan, dan sumber inspirasi bagi generasi masa depan,” tuturnya. (*)

LAINNYA