Tak Hanya Andalkan Modal Usaha, UMKM Kota Serang Juga Didorong Melek Digital

waktu baca 3 menit
Jumat, 24 Apr 2026 21:27 41 Deni Kusuma

KOTA SERANG – Penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Serang kini tidak lagi hanya berfokus pada permodalan. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus mendorong para pelaku UMKM untuk menguasai digitalisasi guna meningkatkan daya saing usaha.

Kolaborasi ini menegaskan komitmen dalam memajukan pelaku usaha lokal agar terus berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Selain akses pembiayaan, para pelaku UMKM juga dibekali pemahaman terkait pemasaran digital dan pemanfaatan teknologi.

Wakil Walikota Serang Nur Agis Aulia mengatakan, upaya ini penting mengingat perubahan perilaku konsumen yang beralih ke platform digital. Dengan kemampuan digitalisasi, pelaku UMKM diharapkan semakin memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan, hingga memperkuat branding produk unggulan mereka.

PNM bersama Pemkot Serang juga akan memberikan pendampingan dan pelatihan agar para pelaku usaha mikro tidak hanya mampu bertahan, lebih dari itu, UMKM di Kota Serang harus naik kelas melalui transformasi digital.

Melalui langkah ini, kata Agis, diharapkan UMKM di Kota Serang dapat terus tumbuh, berdaya saing, serta menjadi salah satu pilar utama penggerak ekonomi daerah di era digital.

“Intinya, kita kita (Pemkot Serang) akan fasilitasi semua kebutuhan pelaku UMKM di Kota Serang, mulai dari permodalan hingga pelatihan pelatihan pemasaran. Fasilitasi melibatkan steakholder terkait,” ujar Agis.

Manager Supporting PNM Cabang Serang, Yayah Inayah mengatakan, PT PNM terus mendekatkan diri kemasyarakatan agar semakin mudah mengakses kredit pra-sejahtera, melalui penyaluran permodalan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) dan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).

Dimana, menurut Yayah, untuk program Mekaar menawarkan pinjaman tanpa agunan mulai dari Rp2 juta hingga Rp15 juta. Sementara itu, program ULaMM menyediakan pembiayaan lebih besar, yakni mulai dari Rp50 juta hingga Rp200 juta.

Tidak hanya berhenti disitu saja, sambung Yayah, PT PNM juga akan memberikan pendampingan hingga pelatihan usaha bagi nasabah, seperti melalui pembekalan pemasaran dengan memanfaatkan perkembangan teknologi hingga pengelolaan keuangan usaha.

“Kita semua menyadari bahwa dunia usaha saat ini telah berubah. Yang dulu cukup dengan cara tradisional, kini harus bertransformasi ke arah digital. Yang dulu menjual di pasar, kini harus mampu menjual melalui platform digital. Namun transformasi ini tidak bisa dilakukan sendiri. Di sinilah peran PNM hadir,” terang Yayah.

“Tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi PNM juga memberikan pendampingan, pelatihan, dan pembinaan yang berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa para nasabah tidak hanya punya usaha, tetapi juga, paham mengelola keuangan, mampu memanfaatkan teknologi digital dan memiliki daya saing yang kuat di pasar yang semakin kompetitif,” bebernya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, regulator, perbankan, dan seluruh stakeholder pihaknya optimis pelaku UMKM akan semakin kuat.

“Maka ekonomi daerah juga akan kuat. Dan pada akhirnya, kita bersama-sama dapat mewujudkan Kota Serang yang madani, maju, dan sejahtera,” tutupnya.

LAINNYA