Survei IPO: Elektabilitas PSI Stagnan 1,9 Persen Meski Jokowi Blusukan

waktu baca 3 menit
Sabtu, 8 Agu 2026 14:49 59 Redaksi

JAKARTA | TD — Elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) masih stagnan di angka 1,9 persen meski Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) belakangan aktif melakukan blusukan dan roadshow ke sejumlah daerah.

Temuan tersebut berdasarkan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) periode 27 Juli hingga 3 Agustus 2026. Dalam simulasi pilihan partai politik untuk DPR RI, PSI masih berada di bawah delapan partai lain yang memperoleh elektabilitas lebih tinggi.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan, elektabilitas PSI relatif tidak mengalami perubahan dalam sekitar satu setengah tahun terakhir. Kondisi tersebut juga belum berubah di tengah aktivitas Jokowi yang kembali aktif mengunjungi berbagai daerah.

“Partai Solidaritas Indonesia tidak mengalami perubahan di satu setengah tahun ini. Masih tetap di 1,9 persen, meskipun Joko Widodo melakukan roadshow ke sejumlah daerah,” kata Dedi saat memaparkan hasil survei IPO di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Temuan ini menunjukkan aktivitas politik Jokowi hingga periode survei dilakukan belum memberikan dorongan elektoral yang signifikan bagi PSI.

Dikenal Publik, tetapi Elektabilitas Rendah

Menariknya, tingkat pengenalan publik terhadap PSI jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat elektabilitasnya.

Survei IPO mencatat sebanyak 70,2 persen responden mengaku mengetahui atau pernah melihat logo PSI. Artinya, sebagian besar responden sudah mengenal keberadaan partai tersebut.

Namun, tingkat pengenalan itu belum berbanding lurus dengan pilihan politik. Dalam simulasi elektabilitas partai untuk DPR RI, PSI hanya memperoleh 1,9 persen.

Kesenjangan tersebut menunjukkan tantangan PSI tidak lagi semata-mata soal memperkenalkan partai kepada masyarakat. Persoalan berikutnya adalah mengubah tingkat pengenalan tersebut menjadi dukungan elektoral.

Dedi mengatakan, peluang perubahan elektabilitas PSI masih terbuka. Menurut dia, efek aktivitas Jokowi bisa saja belum terlihat karena rangkaian roadshow masih berlangsung ketika survei dilakukan.

“Mungkin dampaknya baru terlihat setelah roadshow selesai, atau dalam satu tahun ke depan. Kalau dilakukan secara konsisten, bisa saja elektabilitasnya naik,” ujar Dedi.

PSI Masih di Bawah Delapan Partai

Dalam simulasi elektabilitas partai politik, Partai Gerindra berada di posisi teratas dengan 17,5 persen. PDI Perjuangan menyusul dengan 12,8 persen, kemudian Golkar 10,4 persen dan Demokrat 8,1 persen.

Selanjutnya, PKB memperoleh 7,0 persen, PAN 5,1 persen, PKS 4,6 persen, dan NasDem 4,4 persen.

PSI berada di posisi berikutnya dengan elektabilitas 1,9 persen.

Dengan angka tersebut, terdapat delapan partai politik yang memiliki elektabilitas lebih tinggi dibandingkan PSI dalam simulasi IPO.

Metodologi Survei

Survei IPO menggunakan metode multistage random sampling. IPO terlebih dahulu menentukan Primary Sampling Unit (PSU) pada sejumlah kelurahan atau desa, kemudian memilih RT secara acak menggunakan random Kish grid paper.

Pada setiap RT dipilih dua keluarga secara acak. Dari masing-masing keluarga kemudian dipilih satu responden yang memenuhi syarat, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.

Komposisi responden laki-laki dan perempuan ditetapkan masing-masing 50 persen.

Survei dilaksanakan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden. Tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen. (*)

LAINNYA