Normalisasi Sungai Ciputat Dimulai, Pemkot Tangsel Targetkan Kurangi Banjir di Cipayung

waktu baca 2 menit
Senin, 3 Agu 2026 21:28 23 Redaksi

KOTA TANGSEL | TD — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai melakukan normalisasi Sungai Ciputat sebagai langkah mempercepat penanganan banjir dan genangan di Kelurahan Cipayung. Pengerukan dilakukan pada sejumlah titik yang mengalami sedimentasi dan penyumbatan agar aliran air kembali lancar dan risiko banjir dapat ditekan.

Normalisasi dikerjakan oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel sebagai tindak lanjut hasil susur Sungai Ciputat bersama Forum Peduli Sungai Ciputat yang dilakukan pada bulan lalu.

Lurah Cipayung, Dini Nurlianti, mengatakan hasil mitigasi menunjukkan terdapat sejumlah titik sedimentasi yang menghambat aliran air. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab munculnya genangan saat hujan turun.

“Setelah dimitigasi, ternyata ada beberapa titik yang aliran airnya tidak mengalir dengan baik hingga menyebabkan genangan. Hasilnya memang ditemukan sedimentasi di berbagai wilayah,” kata Dini, Senin (3/8/2026).

Menurut Dini, proses normalisasi telah memasuki hari keempat. Pengerukan diawali dari kawasan Inhutani di bagian hilir, kemudian berlanjut ke Pondok Hijau dan wilayah Cipayung. Selanjutnya, pekerjaan akan diteruskan menuju kawasan Nerada hingga Pondok Cipayung Mas.

Ia menjelaskan, sedimentasi di Sungai Ciputat tidak hanya disebabkan endapan tanah. Tumpukan sampah yang dibuang ke sungai juga menjadi faktor utama yang mempercepat pendangkalan sehingga kapasitas sungai dalam menampung debit air semakin berkurang.

“Masalah sampah menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan pengendapan. Saya turun langsung ke sungai dan memang banyak sampah yang bercampur dengan endapan sehingga membuat sedimentasi semakin tinggi,” ujarnya.

Selain sedimentasi, petugas menemukan penyempitan badan sungai akibat tumbuhan liar dan ranting pohon berukuran besar yang menutupi sebagian aliran. Kondisi tersebut membuat sampah mudah tersangkut dan memperparah penyumbatan.

Di sejumlah titik, dasar sungai juga telah mengalami pendangkalan cukup parah sehingga jarak antara permukaan air dan dasar sungai semakin dangkal. Kondisi itu dinilai mengurangi kapasitas sungai saat debit air meningkat.

Untuk mempercepat proses normalisasi, Pemerintah Kelurahan Cipayung telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel untuk mengangkut sampah hasil pengerukan.

Dini berharap normalisasi Sungai Ciputat mampu mengurangi risiko banjir di sejumlah kawasan rawan, seperti Nerada, Pondok Cipayung Mas, hingga RT 08/RW 01 Inhutani.

Selain pengerukan, pihak kelurahan juga akan mengusulkan perbaikan turap di sepanjang Sungai Ciputat. Sejumlah turap yang mengalami kerusakan dinilai berpotensi memicu longsoran tebing yang dapat menyebabkan sedimentasi kembali terjadi.

“Penanganan sungai ini harus dilakukan secara berkelanjutan agar persoalan banjir tidak terus berulang,” pungkas Dini. (Idris Ibrahim/Red)

LAINNYA