NGEMAS di Padepokan Gema Wirahma, Warga Sampaikan Aspirasi soal Gedung dan Seni Budaya

waktu baca 3 menit
Jumat, 18 Sep 2026 20:14 26 Nazwa

TANGERANG | TD — Kegiatan NGEMAS (Ngeriung Maesyal) menjadi ruang bagi masyarakat dan para pelaku seni di Desa Pangkat, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung kepada Bupati Tangerang Maesyal Rasyid.

Dalam kegiatan yang digelar di Padepokan Seni Gema Wirahma, Jumat (18/9/2026), salah satu aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan kondisi bangunan padepokan yang mengalami kebocoran ketika hujan.

Persoalan tersebut menjadi perhatian karena padepokan selama ini digunakan sebagai ruang berkegiatan bagi para pelaku seni sekaligus tempat anak-anak dan generasi muda mengembangkan minat serta bakat di bidang seni dan budaya.

Maesyal mengatakan, pemerintah daerah memahami kebutuhan perbaikan fasilitas tersebut. Namun, realisasi pembangunan harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta mekanisme perencanaan dan penganggaran yang berlaku.

“Ada usulan untuk perbaikan gedung karena kalau hujan mengalami kebocoran. Nanti akan kita bantu sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” ujar Maesyal.

Ia menjelaskan, dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan seni di Padepokan Gema Wirahma sebelumnya juga telah diberikan dalam bentuk bantuan peralatan kesenian.

“Untuk bantuan alat-alat kesenian, kita juga sudah bantu,” imbuhnya.

Menurut Maesyal, keberadaan padepokan dan sanggar seni memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan seni budaya serta kearifan lokal di tengah masyarakat. Ruang-ruang kesenian juga dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Karena itu, aspirasi mengenai perbaikan fasilitas padepokan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik bangunan, tetapi juga mendukung keberlanjutan aktivitas seni yang berlangsung di dalamnya.

Maesyal menegaskan, setiap usulan pembangunan yang menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) harus melalui tahapan perencanaan dan penganggaran.

“Kalau ada kegiatan yang diusulkan dan masuk dalam APBD, tentu dapat kita dukung sesuai dengan anggaran yang tersedia. Karena setiap penggunaan APBD harus direncanakan dan dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Ia menyebut, pelaksanaan anggaran tahun 2026 telah berjalan. Dengan demikian, rencana perbaikan bangunan Padepokan Seni Gema Wirahma akan diarahkan untuk dibahas dalam penganggaran tahun 2027.

“Untuk kondisi bangunan ini, karena anggaran 2026 sudah berjalan, nanti kita alokasikan dalam anggaran 2027, sehingga padepokan ini bisa digunakan dengan nyaman untuk kegiatan anak-anak dan masyarakat yang mencintai seni budaya,” tuturnya.

Selain membahas kondisi padepokan, kegiatan NGEMAS juga menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mendengar kebutuhan masyarakat secara lebih luas. Sejumlah bantuan turut disalurkan, di antaranya kompor gas untuk mendukung usaha masyarakat, sembako, serta fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan.

Maesyal berharap komunikasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan para pelaku seni dapat terus terjalin. Dengan begitu, aspirasi yang berkaitan dengan fasilitas maupun pengembangan kesenian lokal dapat terus dihimpun dan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Yang lebih utama adalah potensi-potensi lokal kesenian yang ada di Kabupaten Tangerang bisa terus berkembang dan tampil,” pungkasnya. (*)

LAINNYA