Menteri PPPA Minta Maaf atas Usulan Pemindahan Gerbong Wanita KRL ke Tengah

waktu baca 2 menit
Jumat, 1 Mei 2026 07:33 40 Nazwa

JAKARTA | TD — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan permohonan maaf atas usulannya terkait pemindahan gerbong khusus wanita ke bagian tengah rangkaian KRL. Ia mengakui pernyataan tersebut kurang tepat dan menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat.

“Terkait pernyataan saya pascainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat,” ujar Arifah melalui akun resmi media sosial Kementerian PPPA, dilansir Jumat, 1 Mei 2026.

Arifah juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas, khususnya kepada korban dan keluarga korban yang terdampak.

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti dan tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” lanjutnya.

Pernyataan itu disampaikan menyusul insiden kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, di mana gerbong khusus perempuan KRL dilaporkan tertabrak kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek.

Ia menegaskan bahwa pernyataannya tidak dimaksudkan untuk membandingkan aspek keselamatan antara perempuan dan laki-laki. Menurutnya, keselamatan seluruh penumpang tanpa terkecuali harus menjadi prioritas utama.

“Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki,” tegasnya.

Lebih lanjut, Arifah menyebutkan bahwa fokus pemerintah saat ini tertuju pada penanganan korban secara optimal.

“Saat ini, prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik kepada seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka,” ujarnya.

Sebelumnya, usulan pemindahan gerbong wanita ke tengah rangkaian disampaikan Arifah sebagai respons awal atas kecelakaan tersebut.

“Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” kata Arifah kepada wartawan usai menjenguk korban di RSUD Bekasi, Selasa, 28 April 2026. (Hijar/Red)

LAINNYA