Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, menyampaikan pentingnya memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029 saat mengunjungi Kantor Bawaslu Kota Tangerang Selatan, Selasa (4/8/2026). (Foto: Ist) KOTA TANGSEL | TD — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mulai mempersiapkan berbagai langkah strategis menghadapi Pemilu 2029, meski tahapan resmi baru akan dimulai pada 2027. Selain memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di internal lembaga, Bawaslu juga menggencarkan pendidikan demokrasi kepada kalangan pelajar yang diproyeksikan menjadi pemilih pemula.
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, mengatakan edukasi kepemiluan sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran demokrasi generasi muda. Menurutnya, para pelajar perlu memahami hak dan kewajibannya sebagai pemilih agar mampu berpartisipasi secara cerdas dalam pesta demokrasi.
Hal itu disampaikan Bagja saat mengunjungi Kantor Bawaslu Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (4/8/2026).
“Bulan Juni tahun depan tahapan Pemilu sudah mulai berjalan,” ujar Bagja.
Ia menjelaskan, Bawaslu terus memperluas jangkauan pendidikan kepemiluan, tidak hanya kepada masyarakat umum dan perguruan tinggi, tetapi juga ke sekolah-sekolah melalui program Bawaslu Goes to School.
Menurut Bagja, siswa yang saat ini duduk di bangku kelas II dan III SMP berpotensi menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029. Karena itu, mereka perlu dibekali pemahaman mengenai pentingnya menggunakan hak pilih serta mempersiapkan dokumen administrasi kependudukan.
“Kami datang ke sekolah-sekolah untuk menyampaikan bahwa ke depan mereka akan menjadi pemilih. Karena itu, sejak sekarang mereka harus mulai menyiapkan persyaratan seperti KTP dan administrasi lainnya,” katanya.
Selain menyasar pelajar, Bawaslu juga terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan civitas akademika. Bagja menegaskan pendidikan politik tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga partai politik sebagai peserta pemilu.
“Teman-teman partai politik jangan menganggap ini hanya tugas penyelenggara. Partai politik juga memiliki tanggung jawab memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bagja mengapresiasi Bawaslu Kota Tangerang Selatan yang dinilai aktif menjalankan berbagai program pendidikan kepemiluan, termasuk melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan program Bawaslu Membelajarkan.
Selain memperkuat pendidikan demokrasi, Bawaslu juga memanfaatkan masa non-tahapan untuk meningkatkan kesiapan internal organisasi. Penguatan dilakukan melalui peningkatan kapasitas SDM, reformasi birokrasi, serta penyusunan target kinerja bagi seluruh jajaran.
Menurut Bagja, langkah tersebut penting agar ketika tahapan Pemilu 2029 dimulai, seluruh jajaran Bawaslu dapat langsung menjalankan tugas secara optimal tanpa harus lagi berfokus pada proses penyesuaian internal.
“Ketika tahapan dimulai, seharusnya tinggal action. Karena itu, seluruh persiapan harus dilakukan sejak sekarang,” ujarnya.
Bagja juga meminta seluruh Bawaslu di daerah mulai menyiapkan berbagai sarana pendukung, termasuk ruang sidang, guna mengantisipasi potensi sengketa pada proses pendaftaran partai politik yang diperkirakan mulai berlangsung pada akhir 2027.
“Biasanya muncul sengketa saat proses pendaftaran partai politik. Karena itu, ruang sidang dan seluruh perangkat pendukung harus sudah siap dari sekarang,” tandasnya. (Idris Ibrahim/Red)