Diskominfo Tangsel dan NU Perkuat Edukasi Digital untuk Tangkal Penyebaran Hoaks

waktu baca 2 menit
Minggu, 9 Agu 2026 18:38 28 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) membawa tantangan baru dalam penyebaran informasi di ruang digital. Kemampuan AI menghasilkan teks, suara, hingga video yang menyerupai konten asli membuat masyarakat membutuhkan kecakapan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh informasi palsu.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan. Keduanya mendorong penguatan edukasi digital sebagai salah satu upaya membangun masyarakat yang lebih kritis dalam menyikapi informasi di media sosial.

Hal itu disampaikan Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, dalam kegiatan Halaqoh Transformasi Digital dan Masa Depan Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan PCNU Kota Tangerang Selatan, Sabtu (8/8/2026).

Asep mengatakan, perkembangan teknologi AI membuat pembuatan konten digital semakin mudah. Di sisi lain, kemudahan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk membuat informasi palsu yang sulit dibedakan dari konten sebenarnya.

“Kemajuan teknologi seperti AI memungkinkan pemalsuan teks, suara, hingga video dengan mudah. Diharapkan masyarakat lebih bijak memilah informasi untuk menghindari dampak negatif berita bohong di media sosial,” tuturnya.

Menurut Asep, kemampuan masyarakat dalam memeriksa sumber dan kebenaran informasi menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi digital. Masyarakat tidak cukup hanya menerima informasi, tetapi juga perlu memastikan kebenarannya sebelum mempercayai maupun menyebarkannya.

Dalam upaya memperluas edukasi tersebut, Diskominfo Kota Tangerang Selatan membangun kolaborasi dengan sejumlah organisasi keagamaan. Salah satunya melalui kerja sama dengan NU untuk menyelenggarakan pelatihan literasi digital bersertifikat.

Kolaborasi ini dinilai penting karena organisasi keagamaan memiliki jaringan yang dekat dengan masyarakat. Dengan basis anggota dan jamaah yang luas, NU dinilai dapat menjadi salah satu mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan edukasi mengenai penggunaan teknologi secara bijak hingga tingkat akar rumput.

Selain NU, Diskominfo juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) dalam rangka memperkuat program literasi digital.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perkembangan teknologi, tetapi juga membangun kesadaran untuk lebih berhati-hati terhadap berbagai bentuk informasi yang beredar di ruang digital.

Di tengah semakin berkembangnya AI, sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat. Edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat membentuk masyarakat yang cakap menggunakan teknologi sekaligus mampu mengenali dan menangkal informasi hoaks. (*)

LAINNYA