Bencongan Digagas Jadi Kampung Tematik Wisata dan Edukasi Tempe di Kelapa Dua

waktu baca 5 menit
Jumat, 19 Jun 2026 20:48 46 Nazwa

TANGERANG | TD – Kampung Bencongan RW 01, Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, digagas menjadi Kampung Tematik Wisata dan Edukasi Tempe. Gagasan tersebut mengemuka saat Camat Kelapa Dua, Dadang Sudrajat, meninjau langsung sentra produksi tempe yang telah menjadi salah satu ikon usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat setempat sejak tahun 1984.

Dalam kunjungan tersebut, Camat Dadang Sudrajat didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Kelapa Dua Ny. Dini Lisniawati Sudrajat, serta Lurah Bencongan Bai Subiat, Sekretaris Kelurahan Bencongan Andi Rahmaputra, dan Ketua TP PKK Kelurahan Bencongan Nuraida. Kehadiran jajaran pemerintah kecamatan, kelurahan, dan TP PKK tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi ekonomi lokal berbasis masyarakat.

Rombongan meninjau langsung aktivitas para perajin tempe di Kampung Bencongan RW 01 yang selama puluhan tahun mempertahankan tradisi produksi tempe. Selain melihat proses pengolahan kedelai hingga pengemasan, rombongan juga berdialog dengan para pelaku usaha mengenai peluang pengembangan kawasan menjadi destinasi wisata edukatif berbasis UMKM.

Camat Kelapa Dua Dadang Sudrajat meninjau proses produksi tempe bersama perajin Budi Darmudi di Kampung Bencongan RW 01, Kelurahan Bencongan. Kawasan tersebut tengah dipersiapkan menjadi Kampung Tematik Wisata dan Edukasi Tempe di Kecamatan Kelapa Dua. (Foto: Romli/TangerangDaily)

Camat Kelapa Dua Dadang Sudrajat mengatakan, pengembangan Sentra Tempe Bencongan ke depan tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga diarahkan menjadi kampung tematik yang memiliki nilai edukasi, wisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Potensi yang dimiliki Kampung Bencongan sangat besar. Kami tidak ingin hanya melihat ini sebagai tempat produksi tempe semata. Ke depan, kami ingin mengangkat Kampung Bencongan menjadi Kampung Tematik Wisata dan Edukasi Tempe yang dapat menjadi kebanggaan masyarakat Kelapa Dua,” ujar Dadang.

Menurutnya, konsep kampung tematik tersebut akan mengintegrasikan kegiatan produksi tempe dengan edukasi, pelatihan, promosi produk, hingga pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat.

“Bukan hanya sekadar memproduksi tempe, tetapi juga ada proses pembelajaran di sini. Ada pelatihan, pengembangan pemasaran, serta ruang edukasi bagi masyarakat, pelajar, maupun pengunjung yang ingin mengetahui bagaimana tempe dibuat dari awal hingga siap dipasarkan,” katanya.

Dadang menuturkan, keberadaan sentra tempe yang telah bertahan sejak 1984 menjadi modal kuat untuk membangun identitas Kampung Bencongan sebagai sentra tempe unggulan. Bahkan, perkembangan sentra tempe tersebut tidak lepas dari peran aktif kaum perempuan yang turut menjadi bagian penting dalam perjalanan usaha masyarakat.

“Sentra tempe ini sudah konsisten sejak tahun 1984. Tokoh-tokoh yang berperan di dalamnya bukan hanya laki-laki, tetapi juga banyak perempuan yang ikut berkontribusi. Karena itu, TP PKK Kecamatan Kelapa Dua hadir untuk belajar sekaligus melihat bagaimana kita bersama-sama dapat membantu promosi dan pengembangan produk tempe ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep wisata edukasi yang akan dikembangkan nantinya memungkinkan pengunjung melihat langsung proses pembuatan tempe, mengenal sejarah perkembangannya, hingga mempelajari berbagai inovasi produk olahan berbahan dasar tempe.

“Yang ingin kita bangun adalah kampung tematiknya. Jadi bukan hanya produk tempenya yang terkenal, tetapi kawasan kampungnya juga menjadi tujuan wisata edukasi. Ada wisata, ada edukasi, ada pengenalan tentang tempe, mulai dari proses pembuatan hingga strategi pemasarannya,” jelas Dadang.

Lebih jauh, ia berharap Kelurahan Bencongan dapat berkembang menjadi salah satu sentra tempe unggulan di Kabupaten Tangerang dengan berbagai produk olahan yang memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi.

Rombongan Pemerintah Kecamatan Kelapa Dua dan TP PKK berfoto bersama pelaku UMKM sambil memperlihatkan produk keripik tempe di Kampung Bencongan RW 01. Selain sebagai sentra produksi tempe, kawasan ini juga dikembangkan sebagai pusat olahan tempe dan destinasi wisata edukasi berbasis UMKM. (Foto: Romli/TangerangDaily)

“Bencongan kami harapkan menjadi salah satu sentra tempe yang kuat dengan berbagai produk olahan dan inovasi yang terus berkembang. Selama ini produknya sudah dipasarkan ke berbagai wilayah dan memiliki pelanggan tetap. Potensi ini akan terus kami dorong agar lebih maksimal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Kelapa Dua, Ny. Dini Lisniawati Sudrajat, mengapresiasi semangat para perajin yang selama ini menjaga keberlangsungan sentra tempe. Menurutnya, pengembangan kampung tematik akan membuka peluang lebih besar bagi pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dan pelaku UMKM.

Ketua RW 01 Kelurahan Bencongan, Dadi, mengatakan kawasan yang dipimpinnya saat ini menjadi sentra produksi tempe yang melibatkan sekitar 45 perajin. Selain memproduksi tempe, sejumlah warga juga mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar tempe yang memiliki nilai tambah ekonomi, salah satunya keripik tempe.

Menurut Dadi, keberadaan para perajin tersebut telah menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat dan turut memperkuat identitas Kampung Bencongan sebagai sentra tempe di Kecamatan Kelapa Dua. Dengan potensi yang dimiliki, ia berharap rencana pengembangan Kampung Tematik Wisata dan Edukasi Tempe dapat semakin meningkatkan pemasaran produk sekaligus kesejahteraan para pelaku UMKM di wilayahnya.

Pengembangan Kampung Tematik Wisata dan Edukasi Tempe juga dinilai sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi keluarga. Melalui penguatan UMKM berbasis pangan lokal, diharapkan tercipta nilai ekonomi yang lebih besar sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Melalui inisiatif tersebut, Pemerintah Kecamatan Kelapa Dua bersama Pemerintah Kelurahan Bencongan berkomitmen mendorong Kampung Bencongan RW 01 menjadi kawasan wisata edukasi berbasis tempe yang tidak hanya dikenal sebagai sentra produksi, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran, promosi UMKM, dan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Tangerang. (*)

LAINNYA