SEMMI Jakarta Raya Dukung Pemindahan Wilayah Kerja Imigrasi Kecamatan Benda ke Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta

waktu baca 3 menit
Senin, 3 Agu 2026 16:52 34 Nazwa

JAKARTA | TD — Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Jakarta Raya menyatakan dukungan terhadap rencana pemindahan wilayah kerja (yuridiksi) keimigrasian Kecamatan Benda, Kota Tangerang, dari Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta. Langkah tersebut dinilai akan meningkatkan kemudahan layanan publik, memperkuat pengawasan keimigrasian, sekaligus mendukung pengembangan kawasan aerotropolis di Kota Tangerang.

Ketua PW SEMMI Jakarta Raya, Yanto, mengatakan pemindahan wilayah kerja keimigrasian merupakan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Menurutnya, secara geografis Kecamatan Benda berada di kawasan yang berbatasan langsung dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sehingga pelayanan keimigrasian akan lebih efektif apabila berada di bawah Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta.

“Dukungan ini kami sampaikan karena pemindahan yuridiksi merupakan langkah yang sangat efisien dan berpihak pada kebutuhan masyarakat lokal. Dari segi aksesibilitas, letak Kecamatan Benda jauh lebih dekat ke Bandara Soekarno-Hatta sehingga memudahkan warga,” ujar Yanto dalam keterangan tertulisnya, Senin, (3/8/2026).

Ia menilai perubahan wilayah kerja tersebut akan memangkas waktu tempuh masyarakat dalam mengurus dokumen keimigrasian serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kawasan Benda dan Bandara Soekarno-Hatta memiliki keterikatan wilayah yang sangat erat. Mengurus dokumen keimigrasian di tempat yang lebih dekat tentu akan memberikan kenyamanan dan efisiensi bagi warga sekitar,” katanya.

Selain memberikan kemudahan layanan, Yanto menilai rencana tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan Kota Tangerang, khususnya pengembangan kawasan aerotropolis yang menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

“Secara strategis, penyesuaian yuridiksi ini sangat selaras dengan Rancangan Daerah Aerotropolis yang sedang digaungkan oleh Pemerintah Kota Tangerang. Kawasan Benda memegang peranan penting sebagai wilayah penyangga utama,” ujarnya.

Menurutnya, integrasi antara tata ruang dan pelayanan publik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan konsep kota bandara tersebut.

“Pengembangan kawasan aerotropolis memerlukan harmonisasi antara tata ruang dan pelayanan publik. Langkah ini semakin mempertegas peran Kecamatan Benda sebagai bagian inti dari ekosistem Bandara Soekarno-Hatta,” tambahnya.

Yanto juga menyoroti pentingnya aspek pengawasan keimigrasian. Ia menilai pemindahan wilayah kerja ke Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta akan menciptakan sistem pengawasan yang lebih terintegrasi dengan aktivitas di pintu masuk internasional.

“Pemindahan lokasi yuridiksi tersebut sangat efektif dalam mewujudkan pengawasan yang terintegrasi dengan Bandara Soekarno-Hatta. Tingginya mobilitas orang asing di kawasan sekitar bandara membutuhkan skema pengawasan yang saling terhubung,” paparnya.

Menurut dia, integrasi tersebut akan meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing maupun aktivitas usaha di kawasan Benda.

“Sistem yang terintegrasi ini akan memberikan rasa aman serta meningkatkan efektivitas pengawasan, baik terhadap keberadaan warga negara asing maupun lalu lintas kegiatan usaha di kawasan Benda,” tegasnya.

PW SEMMI Jakarta Raya berharap pemerintah pusat, Kementerian Keimigrasian, serta Pemerintah Kota Tangerang dapat bersinergi merealisasikan rencana pemindahan wilayah kerja keimigrasian tersebut guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat tata kelola keimigrasian di kawasan penyangga Bandara Soekarno-Hatta.

“PW SEMMI Jakarta Raya sepenuhnya mendukung Kementerian Keimigrasian dan Pemerintah Daerah Kota Tangerang untuk bersama-sama merealisasikan rencana pemindahan yuridiksi keimigrasian Kecamatan Benda ini demi menghadirkan pelayanan yang terintegrasi dan berkualitas,” pungkas Yanto. (*)

LAINNYA