ISPS 2026 Resmi Dibuka, HIPJI Perkuat Daya Saing Publikasi Ilmiah Indonesia

waktu baca 3 menit
Kamis, 15 Okt 2026 11:02 65 Redaksi

YOGYAKARTA | TD — Himpunan Penerbit Ilmiah Indonesia (HIPJI) resmi membuka Indonesian Scholarly Publishing Summit (ISPS) 2026 di Gadjah Mada University Club (UC) Hotel, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Kamis (15/10/2026). Melalui forum berskala nasional ini, HIPJI mendorong penguatan kolaborasi, profesionalisme, dan kualitas penerbitan ilmiah untuk meningkatkan daya saing publikasi Indonesia di tingkat global.

Pembukaan kegiatan ditandai dengan sambutan Sekretaris Jenderal HIPJI, Prof. Dr. Karona Cahya Susena, yang menekankan pentingnya sinergi antara penerbit ilmiah, akademisi, dan regulator dalam membangun ekosistem publikasi ilmiah yang berkualitas dan berkelanjutan.

ISPS 2026 mengusung tema “People, Ideas, Collaboration, and Lasting Impact”. Selain menjadi forum pertukaran gagasan dan pengetahuan, kegiatan ini dirangkaikan dengan peluncuran Lembaga Sertifikasi Profil (LSP) Penerbitan Ilmiah Indonesia sebagai bagian dari upaya mendorong profesionalisme dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang penerbitan ilmiah.

Hadirkan Pembicara Lintas Sektor

ISPS 2026 menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan penerbit ilmiah, lembaga pemerintah, organisasi profesi, dan organisasi internasional. Kehadiran para narasumber tersebut diharapkan memperkaya diskusi mengenai tantangan, inovasi, serta pengembangan standar kualitas publikasi ilmiah Indonesia.

Para pembicara yang dijadwalkan hadir meliputi:

  • Dr. Andri Putra K, M.IP., Ketua Umum HIPJI.
  • Epik Finilih, S.Si., M.Hum., Direktur LSP PII.
  • Dr. Irham Hanif Nabawi, S.Sos., M.Hum., Pustakawan Ahli Muda Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
  • Miftakul Azis, S.H., M.H., anggota komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
  • Dr. Ir. Syauqi Soeratno, M.M., Wakil Ketua II Komite III DPD RI.
  • Rocio Gaudioso Pedraza, Community Engagement Manager di Crossref.

Dalam keterangan yang disampaikan di sela-sela pembukaan, perwakilan pengurus HIPJI menyebut ISPS 2026 sebagai salah satu upaya membangun ekosistem penerbitan ilmiah yang tidak hanya berorientasi pada jumlah publikasi, tetapi juga kualitas dan dampak jangka panjang.

“Melalui ISPS 2026, kita ingin membangun ekosistem penerbitan ilmiah yang tidak hanya produktif secara kuantitas, tetapi juga memiliki dampak keberlanjutan (lasting impact) serta standar kualitas yang terakreditasi secara profesional,” ungkap perwakilan pengurus HIPJI.

Perkuat Inovasi dan Profesionalisme

Forum ini menjadi ruang konsolidasi bagi para pemangku kepentingan untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring kerja sama, serta memperkuat standar kompetensi sumber daya manusia di bidang publikasi ilmiah.

Penguatan kompetensi dinilai penting seiring dengan kebutuhan untuk meningkatkan tata kelola penerbitan, menjaga kualitas publikasi, dan memastikan proses pengelolaan karya ilmiah berjalan sesuai standar profesional.

Melalui diskusi interaktif dan pertukaran perspektif lintas sektor, ISPS 2026 diharapkan menghasilkan rekomendasi serta langkah konkret yang dapat mendukung pengembangan kebijakan riset dan penerbitan nasional.

Kolaborasi antara penerbit, akademisi, pemerintah, dan organisasi internasional diharapkan turut memperkuat posisi publikasi ilmiah Indonesia dalam ekosistem pengetahuan global, sekaligus memastikan karya ilmiah yang dihasilkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. (Ril)

LAINNYA