Gunung Anak Krakatau Status Siaga, Pemkot Tangsel Ajak Warga Tenang Tanpa Kehilangan Waspada

waktu baca 3 menit
Minggu, 6 Sep 2026 17:35 52 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluarkan imbauan resmi agar warganya tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang kini berada pada status Level III (Siaga).

Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, aktivitas kegempaan dan erupsi gunung tersebut berlangsung secara fluktuatif. Kendati posisi gunung berada jauh dari wilayah Tangsel, pemerintah setempat menilai penting untuk memastikan warganya mendapatkan informasi akurat serta tidak mudah terprovokasi kabar simpang siur.

Pemkot Tangsel menegaskan terus berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Pusat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMGK), Badan Geologi/PVMBG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta stakeholder terkait guna memantau perkembangan situasi secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangsel, TB Asep Nurdin, menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi corong informasi resmi bagi masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat Tangerang Selatan untuk tetap tenang, tidak panik, tetapi tetap waspada dan disiplin memantau informasi resmi dari BMKG, PVMBG, maupun BNPB. Jangan mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya,” ujar Asep, Minggu (6/9/2026).

Selain itu, Asep juga memaparkan panduan teknis keselamatan secara lengkap bagi warga yang beraktivitas di luar maupun di dalam rumah berdasarkan protokol mitigasi darurat:

“Pertama, gunakan masker yang tepat seperti KN95 atau setara, karena masker bedah biasa kurang efektif untuk menyaring partikel abu halus. Warga juga disarankan menggunakan kacamata pelindung untuk menjaga kesehatan mata dan kulit dari iritasi. Jika mata terkena abu, jangan dikucek, melainkan segera bilas dengan air mengalir,” kata Asep.

Ia menambahkan, warga yang berkendara maupun beraktivitas di jalan raya harus meningkatkan kewaspadaan ekstra mengingat jalanan yang terpapar abu vulkanik berpotensi menjadi licin.

“Kurangi kecepatan kendaraan maksimal 40 kilometer per jam, jaga jarak aman antar-kendaraan, dan nyalakan lampu kendaraan untuk meningkatkan visibilitas. Selain itu, rawat kendaraan dengan cara dicuci—bukan hanya dilap—karena abu vulkanik bersifat asam dan dapat menimbulkan karat pada bodi kendaraan,” imbuhnya.

Terkait perlindungan lingkungan rumah dan kesehatan fisik, Asep mengimbau warga untuk menutup ventilasi serta celah rumah menggunakan kertas atau lakban guna meminimalisir debu masuk ke dalam ruangan.

Pemkot Tangsel mengajak seluruh masyarakat untuk terus merujuk pada kanal komunikasi resmi pemerintah daerah dan instansi kebencanaan dalam memantau perkembangan situasi terkini.

“Kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan jika kualitas udara terpantau buruk. Perhatikan kondisi tubuh; jika muncul keluhan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi, segera istirahat dan periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Pastikan selalu memantau perkembangan informasi terkini melalui kanal resmi pemerintah,” tegasnya. (*)

LAINNYA