Canvas Gemilang 2026 Buka Ruang bagi Masyarakat Sampaikan Gagasan Pembangunan Tangerang

waktu baca 4 menit
Kamis, 27 Agu 2026 19:01 33 Nazwa

TANGERANG | TD — Lomba Canvas Gemilang 2026 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan dan solusi terkait pembangunan daerah. Ajang tersebut mendapat respons positif, khususnya dari kalangan generasi muda yang ingin turut berkontribusi terhadap kemajuan Tangerang.

Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, mengatakan Canvas Gemilang merupakan implementasi salah satu program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, yakni PRIMA (Pemerintahan yang Inovatif, Maju, dan Smart).

Menurut Erwin, Canvas Gemilang tidak hanya dirancang sebagai kompetisi, tetapi juga menjadi wadah partisipasi publik dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

“Kita menyadari bahwa di Kabupaten Tangerang masih banyak permasalahan dan persoalan yang membutuhkan gagasan dan ide, baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat,” ujar Erwin, Kamis (27/8/2026).

Ia mengatakan masyarakat memiliki posisi penting dalam membantu pemerintah menemukan solusi atas berbagai persoalan daerah. Karena itu, Bappeda membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan ide segar, gagasan orisinal, dan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan.

Erwin menegaskan, gagasan yang dinilai potensial tidak akan berhenti sebagai karya dalam sebuah kompetisi. Bappeda akan mendorong ide-ide terbaik untuk menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah.

“Yang paling penting adalah terhadap ide dan gagasan tersebut kita dorong menjadi kebijakan pembangunan supaya implementatif, jangan sebatas menjadi ide, menjadi gagasan,” katanya.

Canvas Gemilang 2026 terbagi dalam lima kategori, yakni masyarakat, tenaga pendidik, ASN, mahasiswa, dan pelajar.

Pada masing-masing kategori, juara pertama mendapatkan hadiah Rp22 juta, juara kedua Rp19 juta, juara ketiga Rp14 juta, serta juara keempat atau harapan satu sebesar Rp10 juta.

Erwin menilai hadiah bukan menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan kompetisi. Menurutnya, gagasan yang orisinal dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat memiliki nilai yang jauh lebih besar karena berpotensi memberikan dampak jangka panjang.

“Dengan adanya reward ini, mudah-mudahan banyak masyarakat turut serta dan aktif memberikan gagasan supaya pembangunan di Kabupaten Tangerang semakin berkualitas,” tuturnya.

Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, Bappeda melibatkan dewan juri dari berbagai institusi yang memiliki kepakaran di bidang inovasi dan pemerintahan.

Dari pemerintah pusat, unsur penilai berasal dari BRIN, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian PAN-RB. Sementara dari tingkat provinsi, Bappeda melibatkan perwakilan Bappeda Provinsi Banten.

Unsur akademisi juga turut dilibatkan, di antaranya dari Universitas Prasetiya Mulya, Swiss German University, dan Bina Nusantara University.

Erwin mengatakan keterlibatan para ahli tersebut diharapkan dapat memastikan proses seleksi berjalan secara ketat, objektif, dan transparan.

Bappeda juga membuka ruang bagi media untuk ikut mengawasi proses pelaksanaan dan penilaian kompetisi. Langkah tersebut dilakukan agar publik dapat mengetahui proses seleksi gagasan peserta secara terbuka.

Menurut Erwin, Canvas Gemilang juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Ruang partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan tersebut turut mengantarkan Pemerintah Kabupaten Tangerang meraih Innovative Government Award.

“Masih terbatas pemerintah daerah yang dalam rangka melakukan proses perencanaan pembangunan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan ide dan gagasannya,” ujarnya.

Selain membuka ruang bagi gagasan pembangunan, Bappeda memberikan peluang bagi karya yang memiliki potensi kekayaan intelektual untuk memperoleh fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Respons positif terhadap Canvas Gemilang 2026 juga datang dari kalangan mahasiswa. Riski, mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, menilai ajang tersebut menarik karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk ikut memikirkan kemajuan daerah.

“Lomba ini bagus banget. Ini bisa jadi lomba yang ditunggu-tunggu banyak orang. Saya yakin setiap orang pasti ingin daerah tempat tinggalnya bisa maju,” ujar Riski.

Menurutnya, kesempatan menyampaikan gagasan mengenai pembangunan daerah dapat mendorong masyarakat untuk terlibat lebih aktif. Ia menilai banyak warga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan daerah tempat tinggalnya, tetapi membutuhkan ruang untuk menyampaikan pemikiran tersebut.

Hal senada disampaikan Ariza, warga Balaraja. Ia menilai Canvas Gemilang 2026 dapat menjadi ruang untuk mempertemukan beragam gagasan masyarakat sekaligus mendorong generasi muda lebih berani menawarkan solusi.

“Ajang ini bisa jadi ruang untuk mempertemukan berbagai gagasan dari masyarakat dan generasi muda, sekaligus mendorong warga Kabupaten Tangerang untuk ikut mengambil bagian dalam membangun daerahnya,” kata Ariza. (*)

LAINNYA