Dedi Mulyadi Membayangi Prabowo dalam Survei Elektabilitas Capres IPO

waktu baca 2 menit
Sabtu, 8 Agu 2026 17:14 37 Redaksi

JAKARTA | TD — Dedi Mulyadi membayangi ketat Presiden Prabowo Subianto dalam survei elektabilitas calon presiden Indonesia Political Opinion (IPO) periode Agustus 2026. Dalam simulasi terbuka, selisih elektabilitas keduanya hanya 1,7 poin persentase.

Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas dengan elektabilitas 23,4 persen. Namun, Dedi Mulyadi mengekor sangat dekat dengan 21,7 persen.

Posisi tersebut menunjukkan persaingan yang relatif ketat. Prabowo memang masih unggul, tetapi belum meninggalkan Dedi Mulyadi dengan jarak yang lebar.

Di bawah keduanya, Anies Baswedan menempati posisi ketiga dengan elektabilitas 11,5 persen. Selanjutnya, Agus Harimurti Yudhoyono memperoleh 4,5 persen, Ganjar Pranowo 4,1 persen, dan Gibran Rakabuming Raka 3,9 persen.

Sementara itu, Sherly Tjoanda memperoleh 2,1 persen, Mahfud MD 1,7 persen, Purbaya Yudhi Sadewa 1,5 persen, Muhaimin Iskandar 1,2 persen, dan Zulkifli Hasan 1,0 persen.

Adapun Bahlil Lahadalia berada di angka 0,5 persen. Andika Perkasa, Erick Thohir, Puan Maharani, Pramono Anung, dan Airlangga Hartarto masing-masing memperoleh 0,2 persen.

Survei IPO juga mencatat masih terdapat 17 persen responden yang tidak menentukan pilihan, tidak tahu, tidak menjawab, atau merahasiakan pilihannya.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah mengatakan, dalam simulasi terbuka atau top of mind, responden diberikan kebebasan menyebutkan nama tokoh yang muncul pertama dalam pikirannya tanpa disodori daftar calon.

“Dalam simulasi terbuka, di mana responden bebas menjawab tanpa intervensi, nama Presiden Prabowo Subianto masih berada di posisi teratas, meskipun memang tidak signifikan meninggalkan nama-nama yang lain,” kata Dedi dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Hasil survei tersebut memperlihatkan posisi Prabowo masih menjadi yang teratas, tetapi Dedi Mulyadi muncul sebagai penantang terdekat dengan selisih yang tipis.

Menariknya, konfigurasi elektabilitas berubah ketika responden diberikan daftar nama calon presiden. Dalam simulasi 10 nama, Dedi Mulyadi justru menempati posisi pertama dengan 29,5 persen, sedangkan Prabowo memperoleh 19 persen.

Survei nasional IPO dilakukan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden. Responden dipilih menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar ±2,9 persen. (*)

LAINNYA