Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan bersama peserta dan tenaga kesehatan dalam kegiatan edukasi pencegahan stunting bagi ibu hamil. (Foto: Ist) KOTA TANGSEL | TD – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui peningkatan edukasi bagi ibu hamil. Langkah tersebut diwujudkan dengan melibatkan ibu hamil, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan dalam kegiatan edukasi yang digelar di Tangsel.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengatakan masa kehamilan merupakan fase yang sangat penting dan menentukan bagi kesehatan ibu maupun janin. Karena itu, para ibu hamil perlu dibekali pengetahuan yang memadai agar dapat menjalani kehamilan secara sehat.
Menurut Pilar, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama masa kehamilan. Dalam kegiatan itu, peserta memperoleh edukasi langsung dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan selama kehamilan.
“Intinya supaya anak-anak lahir sehat, selamat, memiliki fisik yang baik, dan perkembangan otak yang optimal,” kata Pilar, Senin (3/8/2026).
Ia menegaskan, edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif Pemerintah Kota Tangsel dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung peningkatan angka harapan hidup.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 120 peserta. Menurutnya, edukasi bagi ibu hamil menjadi salah satu strategi penting dalam melahirkan generasi yang sehat.
“Satu ibu sehat, satu anak sehat, merupakan investasi untuk 20 tahun ke depan,” ujarnya.
Selain memberikan edukasi, Dinas Kesehatan juga mendorong penguatan kolaborasi antara ibu hamil dan tenaga kesehatan agar pemeriksaan kehamilan dapat dilakukan secara rutin dan berkesinambungan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, jumlah ibu hamil di Kota Tangsel saat ini mencapai sekitar 24.700 orang, dengan sebagian di antaranya masih mengalami anemia.
Di sisi lain, angka prevalensi stunting di Kota Tangsel tercatat sebesar 0,78 persen dari 115.467 balita yang telah diukur. Menurut Allin, kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya anemia pada ibu hamil, paparan asap rokok, serta faktor pendidikan.
Pemerintah Kota Tangsel menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesehatan ibu hamil sebagai langkah awal mencegah stunting sejak masa kehamilan, sehingga anak yang dilahirkan dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas.
(Idris Ibrahim/Red)