Dari Pajak Online hingga QRIS, Pemkot Tanjung Balai Belajar Inovasi Digital di Tangsel

waktu baca 2 menit
Selasa, 19 Mei 2026 15:51 17 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Pemerintah Kota Tanjung Balai melakukan kunjungan kerja ke Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam rangka berbagai pengalaman terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi pelayanan publik. Selasa, (19/5/2026).

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan apresiasinya kepada Wakil Wali Kota Tanjung Balai, Fadly, beserta jajaran yang hadir untuk berdiskusi dan saling bertukar informasi mengenai strategi peningkatan PAD dari berbagai sektor.

“Pertemuan ini tentu dalam rangka untuk bertukar informasi dan saling belajar, karena tujuan dasarnya adalah meningkatkan potensi pendapatan asli daerah dari berbagai sektor, baik perpajakan, retribusi, BLUD dan lain sebagainya,” ujar Pilar.

Menurutnya, Pemkot Tangsel tidak dalam posisi mengajarkan daerah lain, melainkan hanya membagikan pengalaman dan inovasi yang selama ini telah diterapkan dalam pengelolaan PAD berbasis digital.

“Kami hanya sharing informasi terkait apa yang sudah kami lakukan sebelumnya. Tentu mungkin bisa diaplikasikan di daerah lain juga, tapi harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Karena tiap daerah berbeda budaya, kondisi masyarakat, dan kebiasaannya,” katanya.

Pilar berharap berbagai inovasi yang dibagikan tersebut dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kota Tanjung Balai untuk dikembangkan sesuai kebutuhan dan karakteristik daerahnya.

“Mudah-mudahan bisa diaplikasikan dan saya yakin Tanjung Balai ke depan bisa menjadi salah satu daerah terbaik dalam peningkatan perolehan pajak daerah,” ungkapnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Tanjung Balai, Muhammad Fadly Abdina mengatakan kunjungan kerja ke Pemkot Tangsel dilakukan untuk mempelajari sistem digitalisasi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Fadly, pihaknya ingin melihat langsung berbagai inovasi layanan digital yang diterapkan Pemkot Tangsel, mulai dari pembayaran pajak hingga transaksi digital berbasis QRIS.

“Kami datang untuk melihat perkembangan layanan Pemerintah Kota Tangsel dalam meningkatkan optimalisasi pendapatan daerah menggunakan sistem digitalisasi,” ujar Fadly.

Ia mengaku banyak mendapat gambaran dan pengalaman baru yang bisa diadopsi di Tanjung Balai, terutama dalam penguatan sistem pembayaran digital bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Fadly menilai Tangsel layak menjadi rujukan karena memiliki implementasi digitalisasi daerah yang dinilai terbaik, termasuk dalam program P2DD. Salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah penggunaan QRIS yang sudah masif di kalangan pelaku usaha.

“Begitu kami berbelanja langsung ditawari scan QRIS. Ini menarik karena masyarakat sekarang lebih nyaman bertransaksi secara digital dibanding membawa uang tunai,” katanya.

Menurut dia, digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi juga akan memudahkan masyarakat sekaligus membantu peningkatan PAD daerah. (Idris Ibrahim)

LAINNYA