Bupati Tangerang Dukung Penuh Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi untuk Penguatan Karakter Siswa

waktu baca 2 menit
Senin, 11 Mei 2026 12:38 255 Nazwa

JAKARTA | TD – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menyatakan dukungan penuh terhadap peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi yang digagas sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah.

Kegiatan peluncuran tersebut digelar di Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (11/05/2026), dan dihadiri sejumlah pejabat lintas kementerian serta lembaga penegak hukum.

Maesyal Rasyid menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang siap bersinergi dan menyukseskan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI dalam menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi muda.

“Kami mendukung penuh dan siap menyukseskan program Kemendikdasmen yang menempatkan pendidikan sebagai instrumen penting dalam penguatan karakter dan kepribadian bangsa, khususnya di jenjang dasar dan menengah,” ujarnya.

Menurut dia, penguatan nilai-nilai integritas seperti kejujuran, kedisiplinan, serta adab harus dimulai sejak usia dini. Nilai tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Budaya jujur, bersih, dan beradab harus ditanamkan sejak dini. Anak-anak tidak hanya belajar dari kurikulum di sekolah, tetapi juga dari lingkungan keluarga dan sosialnya,” kata dia.

Maesyal juga menilai kehadiran buku panduan tersebut menjadi instrumen penting bagi tenaga pendidik dalam menyampaikan pendidikan antikorupsi secara lebih terarah, sistematis, dan mudah dipahami oleh peserta didik.

Ia berharap, buku tersebut dapat menjadi pedoman praktis bagi guru dalam menanamkan nilai integritas sejak jenjang pendidikan dasar hingga menengah, sehingga mampu membentuk generasi yang berkarakter kuat dan berintegritas.

“Dengan adanya panduan ini, guru memiliki acuan yang jelas dalam mengajarkan nilai kejujuran, budaya bersih, dan antikorupsi yang menjadi bagian dari pembentukan karakter bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang utama pembentukan karakter bangsa, bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan.

Menurutnya, peluncuran buku panduan ini merupakan langkah strategis agar nilai-nilai antikorupsi tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Di sisi lain, Ketua KPK RI Setyo Budiyanto menekankan pentingnya pendidikan antikorupsi dimulai sejak dini sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

Ia berharap budaya integritas dapat tumbuh dari ruang kelas dan menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi yang bersih dan bebas dari praktik korupsi di masa depan.

“Pencegahan korupsi harus dimulai dari pendidikan. Anak-anak kita perlu dibiasakan hidup jujur dan bersih sejak dini,” tegasnya.

Peluncuran buku panduan ini menjadi bagian dari upaya nasional dalam memperkuat pendidikan karakter dan integritas di dunia pendidikan Indonesia. (*)

LAINNYA