Belajar Al-Qur’an dengan Bahasa Isyarat, Vicky Shu Akui Merasa Malu

waktu baca 2 menit
Rabu, 6 Mei 2026 22:32 47 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Vicky Shu mengaku merasa malu setelah merasakan langsung bagaimana proses belajar Al-Qur’an menggunakan bahasa isyarat bersama para santri disabilitas tunarungu. Momen itu membuatnya tersadar bahwa banyak orang yang diberi kemudahan justru kerap menunda untuk belajar dan mendekatkan diri dengan Al-Qur’an.

Pengalaman menyentuh itu terjadi saat Vicky Shu mengunjungi santri binaan PPPA Daarul Qur’an di Masjid Villa Inti Persada, Pamulang. Dalam kunjungan tersebut, ia diajak mengenal cara para santri tunarungu membaca dan menghafal ayat suci melalui gerakan tangan, ekspresi wajah, dan konsentrasi penuh.

“Jujur, aku malu. Kita yang diberi kemudahan kadang masih malas membuka mushaf. Sementara adik-adik ini, dengan segala keterbatasan, justru berjuang menghafal ayat demi ayat lewat bahasa isyarat,” ujar Vicky dengan suara bergetar dilansir Rabu, 6 Mei 2026.

Dalam sesi pembelajaran, Vicky mencoba mempraktikkan Surat Al-Fatihah menggunakan bahasa isyarat. Ia mengikuti setiap gerakan yang diajarkan para guru dan santri. Beberapa kali gerakannya keliru, namun suasana hangat dan penuh semangat membuat proses belajar berlangsung penuh makna.

Menurut Vicky, pengalaman tersebut memberinya pelajaran besar tentang arti perjuangan dalam mempelajari Kalamullah.

“Aku baru paham, belajar Al-Qur’an bagi mereka bukan hanya soal hafalan, tapi juga perjuangan fisik, fokus, dan kesabaran yang luar biasa. Gerakan tangan, ekspresi, semuanya harus selaras. MasyaAllah,” tuturnya.

Program pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas yang dijalankan PPPA Daarul Qur’an hadir untuk membuka akses bagi tunarungu, tunanetra, dan sahabat disabilitas lainnya agar dapat belajar Al-Qur’an dengan metode yang sesuai kebutuhan mereka.

Pengalaman tersebut membuat Vicky Shu menyatakan dukungannya terhadap gerakan penyediaan guru ngaji bahasa isyarat, mushaf khusus, dan beasiswa bagi santri disabilitas penghafal Al-Qur’an.

“Aku ingin mereka memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, memahami, dan mencintai Al-Qur’an. Dan kita semua bisa menjadi bagian dari jalan kebaikan itu,” tutupnya. (*)

LAINNYA