Dari Lahan hingga Layanan, RSU Serpong Utara Tangsel Diperluas

waktu baca 3 menit
Rabu, 6 Mei 2026 22:14 41 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mematangkan rencana perluasan lahan untuk pengembangan RSU Serpong Utara (Serut), Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan yang selama ini tak hanya melayani warga Tangsel, tetapi juga pasien dari daerah sekitar.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan tingginya kebutuhan layanan kesehatan menjadi alasan utama pengembangan tersebut. Ia menyebut, jangkauan pelayanan RSU Serut saat ini sudah meluas hingga ke Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Serang, bahkan Cengkareng.

“Artinya jangkauannya jauh dan banyak masyarakat yang mengharapkan pelayanan dari sini. Makanya pelayanan ini akan kita tingkatkan,” ujar Benyamin. Rabu, (6/5/2026).

Sebagai langkah konkret, Pemkot Tangsel akan melakukan penataan lahan di sekitar rumah sakit. Salah satunya dengan merelokasi SD Pakulonan 2 untuk digabungkan dengan SD Pakulonan 1 dan Paku Alam serta Kantor Kelurahan Pakulonan.

Untuk kantor kelurahan yang masih berada di kawasan Pakulonan, memanfaatkan lahan yang ditawarkan dari pengembang.

Ke depan, RSU Serut juga akan dilengkapi dengan berbagai layanan kesehatan baru, termasuk kemungkinan menghadirkan layanan spesialis dan subspesialis sesuai kebutuhan masyarakat.

Meski saat ini status rumah sakit masih bertipe C, Benyamin menegaskan bahwa fokus utama pemerintah adalah pada peningkatan fungsi pelayanan.

“Saya tidak terlalu fokus ke tipe dulu. Yang penting fungsi pelayanannya kita maksimalkan,” tutupnya.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Tangsel, Hadi Widodo, mengungkapkan, saat ini, prosesnya masih berada pada tahap penjajakan lahan dan skema penyerahan aset dari pihak pengembang. Terdapat dua alternatif lokasi lahan yang ditawarkan oleh pengembang Alam Sutera.

“Ini masih rencana, belum final. Ada dua lokasi yang ditawarkan, yaitu di Margajaya dan di sebelah SD Pakulonan 1,” ujar Hadi.

Ia menjelaskan, lokasi yang berada di dekat SD Pakulonan 1 menjadi opsi awal yang ditawarkan, dengan luas mencapai sekitar 1.378 meter persegi. Sementara alternatif kedua di kawasan Margajaya memiliki luasan sekitar 1.000 meter persegi.

“Memang yang lebih luas itu yang di dekat SD Pakulonan 1. Tapi di lapangan berkembang juga alternatif kedua di Margajaya,” jelasnya.

Menurut Hadi, skema yang direncanakan adalah penyerahan aset terlebih dahulu dari pihak pengembang kepada Pemkot Tangsel sebelum masuk ke tahap pembangunan.

“Rencananya begitu, penyerahan aset dulu dari Alam Sutera ke Pemkot. Setelah itu baru masuk ke proses berikutnya,” katanya.

Jika seluruh rencana terealisasi, total luas kawasan RSUD Serut diperkirakan mencapai lebih dari 7.000 meter persegi. Luasan ini merupakan hasil penggabungan area rumah sakit eksisting, lahan Kelurahan Pakulonan, serta area sekolah di sekitarnya.

“Jadi nanti digabung semua, luasannya bisa 7.000 meter lebih. Kalau semua disetujui, kemungkinan 2027 mulai pembangunan fisiknya,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA