Intan Nurul Hikmah Dorong ASN Berani Laporkan Kasus Pelecehan Seksual

waktu baca 2 menit
Senin, 4 Mei 2026 17:05 45 Nazwa

TANGERANG | TD — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk berani melaporkan setiap bentuk pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kerja.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka seminar bertajuk “Pencegahan dan Penanganan Pelecehan Seksual di Lingkungan ASN” dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026, yang digelar di Aula Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, Senin (4/5/2026).

Dalam sambutannya, Intan menegaskan bahwa pelecehan seksual bukan persoalan sepele atau individu semata, melainkan masalah serius yang berkaitan dengan relasi kuasa, budaya organisasi, serta tata kelola kelembagaan.

“Jangan takut untuk bersuara. Laporkan jika mengalami atau mengetahui adanya pelecehan seksual. Kami pastikan akan berdiri membela korban jika itu benar terjadi,” ujar Intan.

Ia juga menekankan bahwa tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk pelecehan, baik secara verbal maupun non-verbal, termasuk candaan yang merendahkan.

“Saya tidak ingin mendengar ada ASN yang menjadi korban pelecehan. Sekecil apa pun bentuknya, baik ucapan maupun tindakan, itu tetap tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.

Menurutnya, keberanian untuk melapor menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan profesional. Ia menilai, rasa aman merupakan fondasi utama dalam membangun birokrasi yang berintegritas dan dipercaya publik.

“Lingkungan kerja yang aman adalah prasyarat utama bagi birokrasi yang profesional. Jika rasa aman tidak terpenuhi, maka kinerja organisasi dan kepercayaan publik juga akan terdampak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Intan menyampaikan bahwa dampak pelecehan seksual tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis korban dalam jangka panjang.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Tangerang saat ini tengah menyiapkan berbagai langkah penanganan, termasuk penyediaan layanan trauma healing bagi korban kekerasan.

“Saat ini kami juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti layanan trauma healing untuk membantu pemulihan korban,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, kesadaran ASN terhadap pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari kekerasan seksual semakin meningkat.

“Ini bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi tanggung jawab bersama untuk menciptakan ruang kerja yang aman, adil, dan setara,” pungkasnya.

Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Polresta Tangerang, Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, serta peserta dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang. (*)

LAINNYA