Warteksi Gemilang Triwulan III Digelar, Pemkab Tangerang Siapkan Sembako Bersubsidi di Dua Lokasi

waktu baca 4 menit
Selasa, 15 Sep 2026 22:01 27 Nazwa

TANGERANG | TD — Pemerintah Kabupaten Tangerang kembali menggelar program Warung Tekan Inflasi (Warteksi) Gemilang Triwulan III Tahun 2026 sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Pelaksanaan Warteksi tersebut berlangsung di dua lokasi, yakni wilayah Kecamatan Panongan dan Gerai Tangerang Gemilang, Selasa (15/9/2026). Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turut memantau langsung pelaksanaan program yang menjadi agenda rutin pemerintah daerah tersebut.

Maesyal mengatakan, Warteksi merupakan program Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan sebanyak empat kali dalam setahun. Program ini dihadirkan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang telah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, kami bersama dengan Pak Asisten II, bersama dengan Bapak Kepala Dinas dan Staf Ahli, juga dengan Pak Camatnya, bahkan lurahnya juga hadir, untuk melaksanakan program tahunan, yaitu Warteksi atau Warung Tekan Inflasi tahun 2026,” ujar Maesyal.

Menurutnya, pelaksanaan Warteksi mendapat respons positif dari masyarakat. Tingginya antusiasme warga bahkan memunculkan permintaan agar program tersebut dapat digelar lebih sering dengan pilihan kebutuhan pokok yang semakin beragam.

“Kita laksanakan program ini setahun empat kali, dan tadi ada keinginan dari masyarakat supaya ditambah porsinya,” katanya.

Pada Warteksi Gemilang Triwulan III, Pemerintah Kabupaten Tangerang menyediakan delapan komoditas kebutuhan pokok yang dapat dibeli masyarakat dengan harga bersubsidi.

Komoditas tersebut terdiri dari beras premium kemasan 2 kilogram seharga Rp7.000, gula pasir Rp12.000, minyak goreng Rp13.500, bawang merah Rp20.000, bawang putih Rp20.000, cabai merah keriting Rp25.000, cabai rawit merah Rp50.000, dan cabai rawit hijau Rp30.000.

Harga tersebut diberikan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama ketika harga sejumlah komoditas pangan di pasaran mengalami perubahan.

Maesyal mencontohkan harga beras premium. Menurutnya, beras sebanyak 2 kilogram yang di pasaran mencapai sekitar Rp30.200 dapat diperoleh masyarakat melalui Warteksi dengan harga Rp7.000.

“Beras premium 2 kilo yang harusnya dibeli masyarakat di pasaran Rp30.200, di sini hanya Rp7.000. Alhamdulillah, dengan program Warteksi ini bisa meringankan beban masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, stok delapan komoditas yang disediakan pada pelaksanaan Warteksi Triwulan III mencukupi kebutuhan masyarakat. Ke depan, Pemkab Tangerang juga mempertimbangkan penambahan jenis komoditas sesuai aspirasi warga.

Beberapa kebutuhan yang berpeluang ditambahkan antara lain telur dan ayam potong. Namun, penambahan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan keuangan daerah.

“Nanti kita usahakan di Triwulan IV bisa lebih bervariasi jenis kebutuhan pokok yang dijual oleh Warteksi ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan ini bisa berjalan sampai akhir tahun dan tahun berikutnya kita usahakan bisa bertambah sesuai kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Digelar di Dua Lokasi

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, menjelaskan pelaksanaan Warteksi Gemilang Triwulan III 2026 dipusatkan di dua lokasi, yaitu Kecamatan Panongan dan Gerai Tangerang Gemilang.

Ia mengatakan, pelaksanaan di dua lokasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok bersubsidi.

Antusiasme warga, kata Resmiyati, terlihat dari tingginya minat masyarakat untuk membeli komoditas yang disediakan. Kondisi tersebut tidak terlepas dari harga jual yang lebih rendah karena adanya subsidi dari pemerintah daerah.

“Antusias warga luar biasa. Masing-masing harga ini subsidi dari pemerintah daerah bervariasi, tapi cukup besar. Seperti beras premium cukup dibayar Rp3.500 per kilo, kami jual di sini 2 kilo, jadi cukup dibayar masyarakat Rp7.000 saja,” ujar Resmiyati.

Resmiyati menambahkan, Warteksi tidak hanya menjadi sarana penyediaan kebutuhan pokok dengan harga murah, tetapi juga merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga pangan.

Melalui pelaksanaan Warteksi secara berkala, pemerintah berharap masyarakat tetap memiliki akses terhadap bahan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau sekaligus dapat menjaga daya beli di tengah dinamika harga pangan.

“Harapannya adalah yang pertama terjadi kestabilan harga. Kita tujuannya adalah menjaga inflasi, jadi kita harapkan dengan kegiatan ini harga tetap stabil dan terjangkau, serta daya beli masyarakat meningkat. Artinya, masyarakat bisa membeli kebutuhan pokok delapan komoditi ini dengan harga murah,” pungkasnya. (*)

LAINNYA