Lurah Jadi Wajah Pemerintahan, Wali Kota Tangsel Tekankan Pentingnya Integritas

waktu baca 3 menit
Selasa, 15 Sep 2026 18:02 19 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Lurah dinilai menjadi salah satu wajah pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, integritas dan keteladanan lurah menjadi hal penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie saat memberikan arahan dalam kegiatan Keluarga Berintegritas yang diikuti puluhan lurah bersama pasangan se-Kota Tangsel, Selasa (15/9/2026).

Benyamin mengatakan, membangun integritas aparatur tidak cukup hanya melalui regulasi, sistem pengendalian, dan pengawasan. Menurutnya, penguatan integritas harus menyentuh karakter aparatur, termasuk lingkungan keluarga.

“Ketika kita berbicara tentang integritas, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang nilai, karakter, dan pilihan hidup,” kata Benyamin.

Menurutnya, keluarga merupakan tempat pertama seseorang belajar mengenai kejujuran, tanggung jawab, kesantunan, dan kepedulian. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi seseorang dalam menentukan pilihan dan menjalankan tanggung jawabnya.

“Karena itu, ketika kita ingin membangun aparatur yang berintegritas, sesungguhnya kita juga harus membangun keluarga yang berintegritas,” ujarnya.

Lurah Berada di Garis Terdepan Pelayanan

Benyamin menilai posisi lurah sangat strategis karena berada di garis terdepan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.

Warga berinteraksi langsung dengan pemerintah melalui kelurahan, baik untuk memperoleh pelayanan, menyampaikan aspirasi, mengadukan persoalan, maupun mencari solusi atas berbagai permasalahan.

“Warga datang ke kelurahan untuk mendapatkan pelayanan, menyampaikan aspirasi, mengadukan persoalan, hingga mencari solusi,” jelasnya.

Menurut Benyamin, masyarakat tidak melihat pemerintahan sebagai sesuatu yang abstrak. Pemerintahan justru dirasakan melalui sikap dan perilaku aparatur yang ditemui warga dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks tersebut, lurah menjadi salah satu sosok yang paling menentukan bagaimana masyarakat merasakan kehadiran pemerintah.

“Semakin dekat seorang pemimpin dengan masyarakat, semakin besar pula tuntutan keteladanannya,” kata Benyamin.

Ia mengatakan masyarakat akan menilai seorang lurah dari berbagai hal, mulai dari cara berbicara dan memberikan pelayanan hingga cara mengambil keputusan serta memperlakukan warga.

Karena itu, nilai integritas tidak cukup disampaikan melalui pesan atau slogan. Integritas harus terlihat dalam tindakan dan menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.

Keluarga Diminta Jadi Penguat Integritas

Benyamin juga menekankan pentingnya peran pasangan dalam menjaga integritas aparatur. Menurutnya, keluarga dapat menjadi tempat untuk saling mengingatkan ketika seorang pemimpin menghadapi godaan maupun tekanan dalam menjalankan tugas.

“Ketika ada godaan, saling mengingatkan. Ketika ada tekanan, saling menguatkan. Dan ketika harus memilih, pilihlah yang benar, bukan sekadar yang mudah,” tuturnya.

Ia mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah sekaligus kepercayaan. Jabatan pada akhirnya akan berakhir, ruang kerja akan ditinggalkan, dan kewenangan akan berganti.

Namun, kata Benyamin, nama baik dan amanah yang dijalankan selama memegang jabatan akan menjadi bagian dari perjalanan hidup seseorang.

Karena itu, ia meminta para lurah dan pasangan tidak hanya menjadikan kegiatan Keluarga Berintegritas sebagai kegiatan seremonial, tetapi menerapkan nilai-nilai integritas dalam kehidupan keluarga dan pelaksanaan tugas pemerintahan.

“Kepada para lurah dan para pasangan, saya titipkan satu pesan: jangan hanya menjadi pemimpin yang dihormati karena jabatan, tetapi jadilah pemimpin yang dihormati karena integritas, ketulusan, dan keteladanannya,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA