Tiga Pesan Mbah Bisri Jadi Sorotan Jelang Muktamar NU, Gus Imron: Kunci Menata Arah Kepemimpinan

waktu baca 3 menit
Kamis, 16 Apr 2026 10:59 46 Redaksi

TANGERANG | TD  — Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, wacana arah kepemimpinan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu kembali menjadi perhatian. Di tengah persepsi publik terkait krisis kepemimpinan, pernyataan H. Ahmad Imron (Gus Imron), pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyah Cisoka sekaligus anggota DPRD Provinsi Banten, mengangkat kembali pesan klasik pendiri NU, KH Bisri Syansuri.

Menurut Gus Imron, kondisi NU saat ini menuntut refleksi mendalam dengan berpegang pada nilai-nilai dasar yang telah diwariskan para muassis. Ia menilai, tiga pesan Mbah Bisri bukan sekadar nasihat, tetapi dapat menjadi solusi strategis untuk menjawab dinamika kepemimpinan NU hari ini.

“Untuk mengatasi kebuntuan dan gejolak arah kepemimpinan NU, saya menyebutnya sebagai triple problem solving. Tiga pesan Mbah Bisri ini masih sangat relevan,” ujar Gus Imron, Kamis, 16 April 2026.

Adapun tiga pesan yang dimaksud adalah: pertama, warga NU diingatkan agar tidak menjadikan NU sebagai ladang mencari keuntungan pribadi. Kedua, jangan meninggalkan atau membenci NU karena hal itu justru akan membawa dampak buruk. Ketiga, warga didorong untuk membesarkan NU dan aktif dalam program-programnya agar mendapatkan keberkahan hidup.

Gus Imron menilai, jika tiga prinsip tersebut dipegang teguh, maka arah organisasi akan kembali pada khittah perjuangan yang lurus dan berkelanjutan.

Lebih jauh, ia menyebut sosok yang dinilai mampu menerjemahkan pesan tersebut dalam konteks kekinian adalah cucu langsung Mbah Bisri, yakni KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam.

“Kalau yang lain mungkin tidak memiliki beban moral yang sama. Tapi sebagai cucu, Gus Salam punya kedekatan nilai dan tanggung jawab untuk menerjemahkan pesan Mbah Bisri,” tegasnya.

Nama Gus Salam sendiri belakangan menjadi sorotan di lingkungan NU. Kiai muda asal Pondok Pesantren Denanyar, Jombang itu saat ini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU periode 2022–2027 dan dikenal aktif dalam berbagai struktur organisasi sejak awal 2000-an.

Dalam perkembangan terbaru, KH Abdussalam Shohib secara terbuka menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 mendatang. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Halalbihalal PC IKA PMII Jombang di Al-Aqobah International School, dan disambut antusias oleh peserta beberapa waktu yang lalu.

“Saya diperintah para kiai untuk berikhtiar menjadi Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 nanti,” ujar Gus Salam.

Ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan didorong ambisi pribadi, melainkan bentuk ketaatan kepada para guru dan sesepuh pesantren. Gus Salam juga memohon doa restu serta masukan dari para kiai dan warga NU agar dapat menjalankan amanah dengan baik.

Di tengah dinamika menuju Muktamar, gagasan “tiga pesan Mbah Bisri” yang kembali digaungkan Gus Imron menjadi refleksi penting: bahwa masa depan NU tidak hanya ditentukan oleh figur, tetapi juga sejauh mana nilai-nilai dasar organisasi dijaga dan diterjemahkan dalam kepemimpinan ke depan. (*)

LAINNYA