Lomba TTG Kabupaten Tangerang 2026 Resmi Digelar, Inovasi Pelajar Berbasis IoT Jadi Sorotan

waktu baca 3 menit
Rabu, 15 Apr 2026 21:50 188 Nazwa

TANGERANG | TD – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) resmi menggelar Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026. Kegiatan yang menjadi wadah unjuk kreativitas para inovator daerah ini berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa pada Rabu (15/04/2026).

Pembukaan acara dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, yang hadir mewakili Bupati Tangerang. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa inovasi teknologi berbasis kebutuhan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong kemandirian ekonomi desa.

Menurutnya, Teknologi Tepat Guna berperan sebagai penghubung antara kebutuhan riil masyarakat dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Ia berharap inovasi yang dihasilkan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan, seperti membantu petani meningkatkan efisiensi panen, mendukung pelaku UMKM dalam pengemasan produk, hingga mempermudah pengelolaan limbah rumah tangga.

Tahun ini, partisipasi pelajar cukup mendominasi dengan menghadirkan berbagai inovasi berbasis Internet of Things (IoT). Salah satu di antaranya adalah SIPETA (Sistem Pemantauan pH Tanah) yang mampu memberikan rekomendasi tanaman secara otomatis. Selain itu, inovasi menarik juga datang dari Kecamatan Pasar Kemis.

Dua siswi SMA Islam Terpadu Auladi Islami, Naura Atanaya Aji dan Sabriya Belfaira, memperkenalkan BEI (Bio Energy in IoT Hydroponics), sebuah sistem hidroponik pintar yang sepenuhnya memanfaatkan energi surya serta dilengkapi sistem otomatisasi nutrisi.

Mereka menjelaskan, sistem BEI memungkinkan pengaturan nutrisi berjalan otomatis melalui sensor. Ketika kadar nutrisi berkurang, alat akan menyesuaikan secara mandiri hingga mencapai kondisi ideal. Selain itu, seluruh proses dapat dipantau dari jarak jauh melalui website, sehingga pengguna tetap bisa mengontrol sistem meski berada di luar daerah.

Kepala DPMPD Kabupaten Tangerang, H. Yayat Rohiman, menyampaikan bahwa lomba tahun ini diikuti oleh 21 inovasi teknologi dan 4 Posyantek yang berasal dari 15 kecamatan, di antaranya Tigaraksa, Sepatan, Kemiri, Jayanti, Legok, Panongan, Sukamulya, Pagedangan, Cisauk, Pakuhaji, Teluknaga, Jambe, Mekarbaru, hingga Kresek.

Ia mengakui jumlah peserta tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, yang disebabkan oleh jadwal Ujian Akhir Semester (UAS). Namun demikian, kualitas inovasi tetap menjadi perhatian utama, dengan standar tinggi seperti Bio-Casta yang sebelumnya meraih juara tingkat Provinsi Banten pada 2025.

Yayat juga menekankan pentingnya kolaborasi Triple Helix antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta sebagai pendukung pendanaan, agar inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada tahap prototipe saja.

Para pemenang lomba tingkat kabupaten nantinya akan mewakili Kabupaten Tangerang dalam ajang TTG tingkat Provinsi Banten. Bahkan, Kabupaten Tangerang direncanakan menjadi tuan rumah penyelenggaraan lomba tingkat provinsi pada tahun 2026.

Ia menambahkan, hasil inovasi dari lomba ini akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) agar dapat memiliki legalitas, berkelanjutan, dan memiliki peluang untuk dikembangkan secara luas.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang optimistis mampu membangun ekosistem inovasi yang mandiri, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi sebagai solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. (*)

LAINNYA