Lulusan 3,5 Tahun, Melda Amelia Ashendra Raih Cumlaude dan Terus Melangkah ke Dunia Pendidikan

waktu baca 5 menit
Sabtu, 15 Agu 2026 13:54 6 Nazwa

SOSOK | TD — Perjalanan pendidikan Melda Amelia Ashendra menjadi gambaran tentang bagaimana proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Di balik keberhasilannya menyelesaikan pendidikan sarjana dalam waktu 3,5 tahun, terdapat perjalanan panjang yang diwarnai pengalaman organisasi, kepemimpinan, pelatihan, kompetisi, kegiatan sosial, hingga pengalaman magang.

Melda berhasil menyelesaikan pendidikan S1 Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) dengan peminatan Konseling di UIN Walisongo Semarang dalam waktu 3,5 tahun. Ia lulus dengan predikat Cumlaude dan meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88.

Namun, pencapaian tersebut tidak datang secara tiba-tiba. Jauh sebelum memasuki dunia perguruan tinggi, Melda telah terbiasa terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi. Saat menempuh pendidikan di MAN 3 Tangerang, ia mulai mengembangkan kemampuan kepemimpinan sekaligus belajar bertanggung jawab terhadap tugas yang dipercayakan kepadanya.

Pada 2020, Melda dipercaya menjadi Koordinator Divisi Kepemimpinan dan Politik OSIS MAN 3 Tangerang. Dari organisasi tersebut, ia belajar mengenai kepemimpinan, kerja sama, komunikasi, serta bagaimana menjalankan sebuah program bersama anggota lainnya.

Di tahun yang sama, tanggung jawab lain juga dipercayakan kepadanya. Melda menjabat sebagai Bendahara I Paskibra MAN 3 Tangerang. Peran tersebut tidak hanya menuntutnya untuk membantu mengelola administrasi dan keuangan organisasi, tetapi juga membentuk ketelitian dan rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Masih pada tahun 2020, Melda kembali mendapat kepercayaan untuk menjadi Ketua Marching Band MAN 3 Tangerang. Sebagai ketua, ia bertanggung jawab mengoordinasikan anggota dan berbagai kegiatan marching band. Beragam pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses yang membentuk dirinya sebelum melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 3 Tangerang, Melda melanjutkan studinya di UIN Walisongo Semarang. Ia memilih Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam dengan peminatan Konseling, bidang yang kemudian semakin mempertemukannya dengan berbagai pengalaman pendampingan dan kegiatan sosial.

Di luar perkuliahan, aktivitas organisasi tetap menjadi bagian dari perjalanan Melda. Pada periode 2021–2023, ia aktif di Forum Anak Kabupaten Tangerang sebagai anggota Divisi Mentoring dan Monitoring. Keterlibatannya di organisasi tersebut membuatnya bersentuhan dengan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan anak dan generasi muda.

Memasuki kehidupan kampus, Melda juga bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (HMJ BPI) UIN Walisongo Semarang. Pada periode 2022–2023, ia menjadi bagian dari Divisi Penyuluhan dan Konseling.

Pengalaman tersebut berjalan beriringan dengan bidang akademik yang dipelajarinya. Melalui kegiatan penyuluhan dan konseling, Melda mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta keterampilan yang berkaitan dengan bidang konseling.

Perjalanan organisasinya kemudian berlanjut di UKM-U An Niswa UIN Walisongo Semarang. Pada periode 2023–2025, Melda dipercaya sebagai Penanggung Jawab Konselor Sebaya. Ia juga menjadi Koordinator Divisi Lembaga Semi Otonom Pusat Informasi dan Konseling. Dari berbagai peran tersebut, ia memperoleh pengalaman dalam konseling sebaya, komunikasi, pendampingan, sekaligus pengelolaan program organisasi.

Kesibukan organisasi tidak membuat Melda mengesampingkan pencapaian akademik dan pengembangan dirinya. Selama kuliah, ia berhasil meraih Juara I Cerdas Cermat Ma’had Al-Jami’ah UIN Walisongo Semarang.

Ia juga terus memperkuat kemampuannya di bidang konseling dengan mengikuti Pelatihan Konseling Tingkat Dasar bersama PKBI Jawa Tengah. Pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi Melda untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dasar yang berkaitan dengan konseling.

Tidak berhenti di sana, Melda turut terlibat sebagai Penyuluh dan Penggiat Anti Narkoba bersama BNN Jawa Tengah. Melalui kegiatan tersebut, ia mendapatkan pengalaman dalam melakukan edukasi dan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.

Rangkaian pengalaman itu semakin lengkap ketika Melda menjalani magang di DP3AP2KB Kabupaten Temanggung. Di sana, ia ditempatkan di Bidang Sekretariat serta Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman mengenai administrasi sekaligus berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Pengalaman magang tersebut kemudian memiliki keterkaitan dengan penelitian yang ia lakukan dalam penyusunan skripsi. Melda mengangkat judul “Pendampingan Psikososial Bagi Istri Korban KDRT di DP3AP2KB Kabupaten Temanggung (Analisis Bimbingan dan Konseling Islam).”

Melalui penelitian tersebut, ia membahas pendampingan psikososial yang diberikan kepada istri korban kekerasan dalam rumah tangga dan menganalisisnya dari perspektif Bimbingan dan Konseling Islam. Dengan demikian, pengalaman lapangan yang diperolehnya selama magang turut menjadi bagian dari proses akademiknya.

Setelah melewati berbagai aktivitas akademik dan nonakademik, Melda akhirnya menuntaskan pendidikan sarjananya dalam waktu 3,5 tahun. Ia dinyatakan lulus dari Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam UIN Walisongo Semarang dengan predikat Cumlaude dan IPK 3,88.

Pencapaian tersebut menjadi hasil dari proses panjang yang dijalaninya dengan tetap aktif dalam organisasi, pelatihan, kegiatan sosial, kompetisi, maupun pengalaman magang.

Setelah menyelesaikan masa perkuliahan, perjalanan Melda tidak berhenti pada pencapaian akademik. Ia mulai memasuki dunia kerja dan membawa pengalaman yang telah diperolehnya ke lingkungan pendidikan.

Sejak 29 Juni 2026, Melda bekerja sebagai guru TK di TKIT Awwabin Sepatan. Dalam pekerjaannya, ia terlibat dalam kegiatan pembelajaran dan pendampingan anak usia dini. Pengalaman tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya setelah menyelesaikan pendidikan di bidang Bimbingan dan Penyuluhan Islam.

Latar belakang pendidikan dengan peminatan Konseling juga menjadi salah satu bekal dalam membangun komunikasi dan melakukan pendampingan di lingkungan pendidikan.

Jika ditarik dari awal perjalanan hingga saat ini, kisah Melda menunjukkan sebuah proses yang terus berkembang. Dari aktif berorganisasi ketika masih duduk di bangku sekolah, terlibat dalam kegiatan sosial dan organisasi di tingkat daerah, kemudian aktif di lingkungan kampus, mengikuti berbagai pelatihan, meraih prestasi, menjalani magang, menyelesaikan penelitian, hingga akhirnya mampu menuntaskan pendidikan sarjana dalam waktu 3,5 tahun dengan predikat Cumlaude.

Kini, Melda melanjutkan langkahnya sebagai guru TK di TKIT Awwabin Sepatan. Berbagai pengalaman yang telah dilaluinya menjadi bekal untuk terus belajar, berkembang, sekaligus memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

Bagi Melda, perjalanan tersebut bukan sekadar rangkaian pencapaian, melainkan proses untuk terus bertumbuh.

“Setiap pengalaman yang saya jalani, baik dalam organisasi, pelatihan, perlombaan, maupun dunia kerja, menjadi proses bagi saya untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Saya berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk terus memberikan manfaat bagi orang lain,” ujar Melda, Sabtu, 15 Agustus 2026. (*)

LAINNYA