Pemkot Tangsel Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Keamanan Pangan Hadapi Idul Adha 2026

waktu baca 3 menit
Selasa, 26 Mei 2026 16:55 20 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berkomitmen terus memperketat pengawasan peredaran bahan pangan di seluruh pasar tradisional dan modern menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau Juni 2026.

Langkah ini diambil guna menjamin stabilitas pasokan, mencegah terjadinya kelangkaan barang pokok, serta meredam potensi kenaikan harga psikologis (psychological pricing) yang kerap dimanfaatkan oknum pedagang demi meraup keuntungan berlebih di momentum hari raya.

Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menegaskan bahwa Pemkot Tangsel tidak ingin kecolongan momentum.

Menurutnya, intervensi pasar harus dilakukan sejak dini agar rantai pasok dari produsen hingga ke tangan konsumen di wilayah Tangsel tetap terjaga dengan sehat.

“Idul Adha selalu diiringi dengan lonjakan permintaan komoditas tertentu. Oleh karena itu, instruksi Wali Kota sangat jelas: perketat pengawasan hulu ke hilir. Kami mengantisipasi apa yang disebut kenaikan harga psikologis—situasi di mana harga naik bukan karena barangnya habis, melainkan karena sentimen perayaan hari besar semata,” ujar TB Asep Nurdin dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

Selain itu, untuk memastikan rantai pasok tidak terganggu, Pemkot Tangsel fokus dalam pemantauan meliputi komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, cabai, dan bawang.

Asep juga menjelaskan, salah satu titik krusial dalam pengawasan ini adalah menjaga psikologis pasar.

Jika masyarakat mengendus isu kelangkaan, perilaku panic buying berisiko muncul dan memicu inflasi daerah.

“Stok pangan untuk wilayah Tangerang Selatan secara umum dalam kondisi aman dan mencukupi hingga hari H Idul Adha. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan yang justru bisa memicu spekulasi harga di tingkat pedagang,” tutur Asep.

Selain fokus pada kuantitas stok dan stabilitas harga, Pemkot Tangsel juga menaruh perhatian besar pada aspek pemenuhan standar kesehatan pangan.

Salah satu langkah konkretnya adalah pelaksanaan inspeksi mendadak (sidak) terpadu yang dijadwalkan menyasar sejumlah pasar induk dan pasar tradisional, termasuk Pasar Serpong.

Sidak ini tidak hanya sekadar mengecek label kedaluwarsa, melainkan juga melakukan uji laboratorium cepat (rapid test kit) terhadap sampel bahan makanan segar dan olahan yang dicurigai mengandung zat kimia terlarang.

“Bukan rahasia lagi kalau menjelang hari raya, peredaran pangan olahan meningkat tajam. Kami akan turun langsung ke Pasar Serpong dan titik-titik lainnya. Fokus kami adalah memastikan tidak ada komoditas yang mengandung bahan tambahan pangan berbahaya, seperti formalin, boraks, maupun pewarna tekstil (Rhodamin B),” tegas Asep.

Namun, Asep menggarisbawahi bahwa pendekatan Pemkot Tangsel kali ini akan mengedepankan aspek edukasi dan pembinaan yang humanis, alih-alih langsung menjatuhkan sanksi punitif kepada pedagang kecil.

Jika dalam sidak ditemukan produk yang mengandung zat berbahaya, Pemkot Tangsel berkomitmen untuk melacak rantai distribusinya hingga ke tingkat produsen utama.

Para produsen tersebut nantinya akan diberikan pembinaan khusus secara intensif.

“Banyak produsen rumahan yang menggunakan bahan berbahaya bukan karena niat jahat, melainkan karena keterbatasan pengetahuan atau demi menekan biaya produksi agar barang tahan lama. Di sinilah peran pemerintah hadir,” kata Asep.

Lebih lanjut, Asep merinci program edukasi yang akan diberikan kepada para pelaku usaha dalam pembinaan tersebut guna memutus siklus penggunaan zat berbahaya.

“Melalui pembinaan ini, kami akan menekankan pemahaman mengenai bahaya jangka panjang penggunaan zat kimia non-pangan bagi kesehatan manusia. Kami juga memberikan solusi konkret berupa pengenalan alternatif Bahan Tambahan Pangan atau BTP yang aman dan legal sesuai regulasi BPOM,” jelas Asep.

Tidak hanya sebatas pada komposisi bahan baku, Pemkot Tangsel juga membekali para produsen dengan aspek teknis pengolahan produk agar nilai jual dan daya tahannya meningkat secara alami.

“Kami berikan pendampingan mengenai teknik pengolahan dan pengemasan modern agar produk mereka memiliki daya simpan lama tanpa merusak kualitas. Dengan sinergi pengawasan stok dan edukasi keamanan pangan ini, kami berharap perayaan Idul Adha 2026 di Tangsel berjalan khidmat, aman, sekaligus melindungi dompet dan kesehatan warga dari hulu hingga hilir,” pungkasnya. (*)

LAINNYA