Bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih disiapkan sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat desa. Pemerintah menargetkan 40 ribu koperasi di seluruh Indonesia mulai beroperasi pada Oktober 2026 setelah proses pembentukan kelembagaan rampung. (Foto: Ist) MAKASAR | TD — Pemerintah mempercepat pembentukan 40 ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai program strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat di pedesaan. Seluruh koperasi tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026 setelah proses pembentukan kelembagaan rampung pada September.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat menghadiri pelantikan pengurus dan rapat kerja DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) se-Sulawesi Selatan di Makassar, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Zulkifli, pemerintah menjadikan penyelesaian pembentukan 40 ribu KDMP sebagai salah satu prioritas nasional pada tahun ini. Sejumlah kementerian dan lembaga dilibatkan untuk memastikan seluruh tahapan pembentukan koperasi berjalan sesuai target.
“Fokus tahun ini adalah menyelesaikan 40.000 koperasi hingga September. Setelah itu, pada Oktober 2026 seluruh koperasi yang sudah terbentuk akan mulai beroperasi,” ujar Zulkifli.
Ia menjelaskan, proses pembentukan KDMP saat ini masih berlangsung di berbagai daerah. Tahapan yang dilakukan meliputi pembentukan kelembagaan, penyusunan struktur organisasi, penetapan pengurus, hingga penunjukan manajer koperasi di tingkat desa.
Pemerintah menilai KDMP akan menjadi instrumen penting dalam memperkuat perekonomian desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keberadaan koperasi tersebut juga diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi berbagai kebutuhan pokok sehingga harga menjadi lebih stabil dan efisien.
Melalui percepatan pembentukan KDMP, pemerintah berharap setiap desa memiliki lembaga ekonomi yang kuat, profesional, dan mandiri, sehingga mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi serta memenuhi kebutuhan masyarakat secara lebih efektif. (Hijar/Red)