
PBPI Kota Tangerang Selatan menyiapkan berbagai program pembinaan untuk mendorong perkembangan olahraga padel sekaligus melahirkan atlet muda berprestasi. (Foto: Ist) KOTA TANGSEL | TD – Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) periode 2026-2030 menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat pembinaan atlet muda sekaligus membangun ekosistem olahraga padel yang profesional dan berkelanjutan.
Kepengurusan PBPI Tangsel di bawah kepemimpinan Ahmad Najib tersebut tidak hanya menargetkan pertumbuhan jumlah pemain dan venue, tetapi juga mendorong lahirnya atlet berprestasi yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.
Najib mengatakan, perkembangan olahraga padel yang semakin pesat di Tangerang Selatan perlu diikuti dengan sistem pembinaan yang terarah dan berjenjang.
“Padel tumbuh sangat cepat di Tangerang Selatan. Bagi kami, tantangannya bukan hanya bagaimana membuat padel semakin ramai, tetapi bagaimana memastikan pertumbuhannya sehat, organik, terarah, dan berkelanjutan,” ujar Najib, Senin (31/8/2026).
Salah satu program yang disiapkan adalah Padel Goes to School. Program tersebut akan mengenalkan olahraga padel kepada pelajar, kemudian dilanjutkan dengan pembentukan junior club, pembinaan berdasarkan kelompok usia, hingga penyelenggaraan kompetisi junior.
Melalui program itu, PBPI Tangsel menargetkan munculnya bibit-bibit atlet sejak usia dini. Sistem pembinaan akan disusun secara bertahap, mulai dari pemain pemula hingga atlet kompetitif dan profesional.
“Dari anak yang pertama kali memegang raket, menjadi junior player. Dari junior player menjadi student athlete. Dari student athlete berkembang menjadi atlet kompetitif,” katanya.
Selain pembinaan atlet, PBPI Tangsel akan menerapkan sistem leveling pemain untuk memetakan kemampuan secara lebih terukur. Kualitas pelatih, wasit, serta perangkat pertandingan juga akan diperkuat melalui sertifikasi dan peningkatan kompetensi.
Di sektor pengembangan venue, PBPI Tangsel menyiapkan program one-door advocacy bagi para pengelola venue. Program tersebut ditujukan untuk membantu komunikasi dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam menangani berbagai persoalan administrasi dan perizinan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Najib menegaskan, keberadaan PBPI bukan untuk menjadi jalan pintas dalam mengabaikan ketentuan yang berlaku. Organisasi, kata dia, hanya berperan membantu memetakan persoalan serta memfasilitasi komunikasi agar pengembangan venue tetap berjalan secara legal dan tertib.
“PBPI tidak akan menjadi jalan pintas untuk mengabaikan aturan. Kami membantu memetakan persoalan dan memfasilitasi komunikasi agar perkembangan venue tetap legal dan tertib,” tegasnya.
Di sisi lain, PBPI Tangsel juga memberikan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan atlet muda. Pembinaan prestasi, menurut Najib, harus berjalan beriringan dengan pendidikan.
Karena itu, komunikasi dan kolaborasi dengan sekolah, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, PBPI Banten, PBPI Pusat, serta berbagai institusi pendidikan akan diperkuat.
Najib menyebut sejumlah atlet asal Banten telah mampu bersaing di level nasional, bahkan mendapat kesempatan memperkuat Tim Nasional Indonesia. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi PBPI Tangsel untuk melahirkan lebih banyak atlet melalui sistem pembinaan yang terstruktur.
PBPI Tangsel juga membidik momentum Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII 2032 yang akan berlangsung di Banten dan Lampung. Tangsel, kata Najib, siap memberikan kontribusi melalui atlet, venue, sumber daya manusia, kompetisi, maupun dukungan terhadap program PBPI Banten.
“Kita ingin suatu hari nanti Tangerang Selatan tidak hanya dikenal karena mempunyai banyak lapangan padel. Tetapi dikenal karena mempunyai ekosistem padel yang sehat, profesional, inklusif, dan mampu melahirkan prestasi,” pungkasnya. (Idris Ibrahim/Red)