Buka Turnamen Catur Pelajar di Tangerang, Wagub Banten Soroti Pentingnya Strategi dan Perhitungan

waktu baca 3 menit
Minggu, 30 Agu 2026 15:23 16 Nazwa

TANGERANG | TD Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menilai olahraga catur memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir generasi muda. Tidak hanya mengandalkan kemampuan bermain, catur juga mengajarkan seseorang untuk menyusun strategi, mempertimbangkan risiko, serta memikirkan setiap langkah sebelum mengambil keputusan.

Hal tersebut disampaikan Dimyati saat membuka Turnamen Catur Piala Pemuda Karya Nasional Provinsi Banten I Tahun 2026 kategori pelajar SD, SMP, dan SMA/SMK di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Sabtu (29/8/2026).

Dimyati menyambut baik penyelenggaraan kompetisi tersebut. Menurutnya, turnamen catur tingkat pelajar dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan berpikir sekaligus mengasah ketelitian dalam menghadapi berbagai situasi.

“Kalau generasi muda menguasai catur, insyaallah langkah mereka ke depan akan lebih berhati-hati dan penuh perhitungan,” kata Dimyati.

Menurutnya, kemampuan yang diasah melalui permainan catur tidak berhenti di atas papan pertandingan. Kebiasaan untuk melihat berbagai kemungkinan dan memperhitungkan konsekuensi dari setiap langkah dinilai dapat menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Dimyati mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang mempertemukan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan tersebut. Ia berharap kompetisi seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga semakin banyak anak muda di Banten memiliki kesempatan untuk mengenal dan menekuni olahraga catur.

Selain menjadi sarana kompetisi, turnamen tersebut juga dinilai sebagai bagian dari upaya menemukan dan mengembangkan talenta muda di bidang catur. Dimyati menyebut para peserta yang mengikuti pertandingan memiliki potensi untuk berkembang menjadi atlet berprestasi.

Ia juga mengapresiasi Pemuda Karya Nasional bersama Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Banten yang dinilai konsisten berkontribusi melalui kegiatan olahraga sekaligus turut memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa memberikan ruang kepada anak-anak untuk berlatih, bertanding, dan mengembangkan kemampuan mereka,” ujar Dimyati.

Turnamen tersebut mendapat respons positif dari kalangan peserta. Salah satunya Aldy Sunny Chan (14), siswa SMP Muhammadiyah IV Tangerang, yang mengaku senang dapat mengikuti kompetisi tersebut.

Menurut Aldy, pertandingan catur memberikan pengalaman berbeda karena peserta dapat bertemu dan berhadapan dengan pemain lain dengan kemampuan yang beragam. Kondisi tersebut membuatnya memiliki kesempatan untuk menguji kemampuan sekaligus belajar dari setiap pertandingan.

“Lomba catur ini bagus banget karena di sini juga banyak yang baru main. Ini bagus buat pengalaman, apalagi catur adalah salah satu olahraga yang melatih kognitif,” ujar Aldy.

Aldy menilai pengalaman bertanding juga penting bagi pelajar yang ingin terus mengembangkan kemampuan di bidang catur. Sebab, selain kemampuan teknis, seorang pemain perlu memiliki ketenangan dan mental yang kuat ketika menghadapi lawan.

Ketua Pemuda Karya Nasional Provinsi Banten Fredy Siswanto Gurusinga mengatakan pihaknya berharap turnamen tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan. Ia mengapresiasi dukungan yang diberikan Wagub Banten terhadap kegiatan tersebut.

“Semoga ke depan dapat dilangsungkan pertandingan kedua, ketiga, dan seterusnya, seperti yang disampaikan Bapak Dimyati,” tuturnya.

Dukungan terhadap peserta juga ditunjukkan Dimyati dengan menyempatkan diri bermain catur bersama peserta termuda, Olivia Seraphine (7), siswi SD Pahowa Tangerang.

Pertandingan tersebut menjadi salah satu momen menarik dalam pelaksanaan turnamen. Olivia tampak antusias saat berhadapan langsung dengan Wagub Banten, sekaligus mendapat pengalaman bertanding dan menguji keberaniannya di hadapan lawan yang lebih senior.

Melalui penyelenggaraan turnamen ini, catur diharapkan tidak hanya berkembang sebagai olahraga kompetitif, tetapi juga menjadi salah satu sarana bagi pelajar Banten untuk membangun kemampuan berpikir strategis, ketelitian, dan keberanian dalam mengambil keputusan. (*)

LAINNYA