Memahami Psikologis Pendidikan: Kunci Mengatasi Gelombang Stres Akademik yang Meningkat

waktu baca 5 minutes
Selasa, 10 Des 2024 15:22 0 Redaksi

OPINI | TD — Stres akademik bukanlah sekadar beban pelajaran yang berat; ia adalah gelombang badai yang mengancam kesehatan mental dan akademik siswa kita.

Fenomena ini, yang semakin mengkhawatirkan di berbagai jenjang pendidikan, menuntut pendekatan holistik yang melampaui sekadar pemberian tugas dan ujian.

Esensi dari solusi terletak pada pemahaman mendalam akan psikologi pendidikan, yang merupakan kunci untuk menenangkan badai ini dan menciptakan lingkungan belajar yang suportif.

Lebih dari Sekadar Nilai Ujian: Memahami Stres Akademik

Stres akademik bukanlah sekadar perasaan lelah atau kewalahan. Ia adalah kondisi psikologis kompleks yang dipicu oleh berbagai faktor, seperti tuntutan akademik yang tinggi, persaingan yang ketat, tekanan dari orangtua dan guru, serta ketidaksesuaian antara kemampuan dan harapan.

Gejalanya beragam, mulai dari gangguan fisik seperti sakit kepala dan gangguan pencernaan, hingga gangguan emosional seperti kecemasan, depresi, dan bahkan perilaku destruktif. (Gadzella & Masten, 2005; Alvin, 2007; Adawiyah & Ni’matuzahroh, 2016).

Bukan hanya nilai ujian yang terancam, tetapi juga kesehatan mental dan kesejahteraan siswa secara keseluruhan.

Ketidakmampuan mengelola stres ini dapat berdampak jangka panjang, mempengaruhi prestasi akademik, hubungan sosial, dan bahkan kesehatan fisik di masa depan. (Sarafino, 1994; Papalia dkk., 2008; Alvin, dalam Eryanti, 2012; Shahmohammadi, dalam Taufik dan Ifdil, 2012; Thursan, 2005; Misra dan Castillo, 2004).

Psikologi Pendidikan: Lentera di Tengah Badai

Psikologi pendidikan bukanlah ilmu tambahan; ia adalah landasan bagi terciptanya proses pendidikan yang berpusat pada siswa.

Ilmu ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana siswa belajar, faktor-faktor yang memengaruhi proses belajar, dan bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan suportif. (Djiwandono, 2002; Fatimah, Larasati, Sari, & Nasution, 2023).

Dalam konteks stres akademik, psikologi pendidikan berperan sebagai lentera, menerangi jalan menuju strategi intervensi yang efektif. Ia membantu kita memahami emosi siswa, merancang metode pembelajaran yang sesuai, dan mengembangkan strategi koping yang tepat guna.

Dengan memahami akar permasalahan, kita dapat membangun tanggul yang kuat untuk menangkal gelombang stres akademik.

Kerjasama yang Harmonis: Peran Guru dan Orang Tua

Menangani stres akademik memerlukan kerjasama yang erat antara guru dan orang tua. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan suasana kelas yang kondusif, menggunakan metode pembelajaran yang inovatif dan engaging, serta memberikan dukungan emosional kepada siswa.

Orang tua, di sisi lain, berperan sebagai pilar utama dalam membangun fondasi emosional yang kuat, memberikan dukungan moral, mengatur waktu belajar anak secara bijak, dan berkomunikasi secara efektif dengan guru.

Kolaborasi yang harmonis ini menciptakan sebuah sistem pendukung yang kuat, memastikan siswa merasa didukung dan dipahami dalam perjalanan akademik mereka. (Natsir, Aisyah, Hasbiyallah, & Ihsan, 2018).

Bukan hanya tentang nilai, tetapi tentang keseimbangan antara pencapaian akademik dan kesejahteraan mental siswa.

Membangun Ketahanan: Strategi Menghadapi Stres Akademik

Mengatasi stres akademik bukan sekadar tentang mengurangi beban belajar, tetapi juga tentang membangun ketahanan mental siswa. Beberapa strategi terbukti efektif, antara lain:

Teknik Relaksasi: Praktik-praktik seperti pernapasan dalam, meditasi, dan relaksasi otot progresif dapat membantu siswa mengelola kecemasan dan meningkatkan konsentrasi.

Pengelolaan Waktu yang Efektif: Mempelajari teknik manajemen waktu yang baik membantu mengurangi tekanan dan meningkatkan efisiensi belajar.

Pengembangan Keterampilan Belajar: Meningkatkan kemampuan mengorganisir informasi, memecahkan masalah, dan mengelola tugas secara efektif.

Dukungan Sosial: Membangun jaringan dukungan yang kuat dari teman, keluarga, dan konselor.

Pengaturan Diri: Mengembangkan kemampuan mengatur emosi, tujuan, dan motivasi diri secara efektif.

Pengembangan Pola Pikir yang Adaptif: Mengubah persepsi negatif menjadi pola pikir yang lebih positif dan konstruktif. (Fuadi, Spurapti, Pranawukir, & Taupiq, 2023).

Kesimpulan: Menuju Pendidikan yang Holistik

Stres akademik adalah tantangan nyata yang memerlukan solusi komprehensif. Dengan memahami psikologi pendidikan, membangun kerjasama yang erat antara guru dan orang tua, serta menerapkan strategi yang efektif, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang suportif dan memberdayakan siswa untuk mencapai potensi akademik mereka secara optimal, sekaligus menjaga kesejahteraan mental mereka.

Pendidikan yang holistik, yang menempatkan kesejahteraan siswa sebagai prioritas utama, adalah kunci untuk menciptakan generasi masa depan yang sehat, bahagia, dan sukses.

Referensi:

Adawiyah, W., & Ni’matuzahroh. (2016). Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) untuk Menurunkan Tingkat Stres Akademik Pada Menengah Atas di Pondok Pesantren. Jurnal ilmiah Psikologi Terapan, 4.

Alvin. (2007). Handling Study Stress: Panduan Agar Anda Bisa Belajar Bersama Anak-Anak Anda. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Djiwandono, S. E. (2002). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. **

Fachrosi, E. (2012). Perbedaan Stres Akademik antara Kelompok Siswa Minoritas dengan Mayoritas di SMP WR. Supratman 2 Medan. Skripsi (tidak diterbitkan). USU Medan.

Fatimah, F. N., Larasati, S. A., sari, S. A., & Nasution, F. (2023). Peranan Psikologi dalam Pengembangan Sikap Positif Belajar Peserta Didik. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, 8(?), 88-92.

Fuadi, A., Spurapti, F., Pranawukir, I., & Taupiq. (2023). Strategi Konseling Individual Untuk Mengatasi Stres Akademik Pada Mahasiswa. Journal on Education, 2987-2995.

Gadzella, B. M., & Masten, W. G. (2005). An Analysis of The Categories In Student-Life Stress Inventory. American Journal of Psychological Research.

Hakim, T. (2005). Belajar Secara Efektif. Jakarta: Puspa Swasta.

Misra, R., & Linda G. Castillo. (2004). Academic Stress Among College Students: Comparison of American and International Students. International Journal of Stress Management, 11(?), 132-148.

Natsir, N. F., Aisyah, A., Hasbiyallah, & Ihsan, M. N. (2018). Mutu Pendidikan: Kerja Sama Guru dan Orang Tua.Jurnal MUDARRISUNA, 8.

Papalia, E. D., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2008). Human Development (Psikologi Perkembangan). Jakarta: Kencana.

Sarafino, E. P. (1994). Health Psychology: Biopsychosocial Interactions. New York, USA: Wiley & Sons.

Taufik, & Ifdil. (2012). Student’s Academic Stress In SMA Negeri Padang. In Proseding Seminar International Konseling Malindo 2. Padang: Sukabina Press.

Penulis: Dita Nurhasanah, Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. (*)

LAINNYA