Lima Jurnalis Hilang Kontak saat Liputan Gunung Anak Krakatau, SAR Dikerahkan

waktu baca 4 menit
Rabu, 9 Sep 2026 10:50 37 Nazwa

PANDEGLANG | TD — Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Mereka berada di dalam sebuah speedboat bersama tiga orang lainnya yang terdiri atas kapten, anak buah kapal (ABK), dan pemandu.

Laporan awal mengenai hilang kontak tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten pada Selasa, 8 September 2026 pukul 13.55 WIB dari Bayu, jurnalis Antara Banten.

Berdasarkan laporan tersebut, para jurnalis berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir dengan rombongan diketahui terjadi pada pukul 14.42 WIB. Salah seorang jurnalis Lampung bernama Abay menerima titik lokasi terakhir atau share location dari rombongan.

Namun, sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan speedboat tersebut terputus. Hingga laporan awal diterima, keberadaan seluruh penumpang belum diketahui.

Lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak masing-masing M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara; Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com; Yudhistiro Pranoto atau Yudhis, jurnalis iNews; Daus, jurnalis Anadolu Agency; serta Donal, jurnalis freelance.

Sementara itu, tiga orang lainnya yang berada dalam speedboat masih dalam proses pendataan dan disebut terdiri atas kapten, ABK, serta pemandu.

Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Pandeglang kemudian melakukan pencarian informasi ke Dermaga Pagedongan. Dari keterangan yang diperoleh, speedboat milik Kepala Desa Carita tersebut berangkat pada Senin, 7 September 2026 pukul 14.00 WIB dan hingga saat ini belum kembali.

Pemilik kapal juga mengaku belum memperoleh informasi mengenai keberadaan awak dan penumpang speedboat.

Tim Rescue USS Pandeglang selanjutnya bergerak menuju lokasi kejadian (LKP) sekitar pukul 14.30 WIB pada Selasa, 8 September 2026.

Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue USS Pandeglang sebanyak enam personel, Polairud Pandeglang, serta pemilik kapal. Dalam pencarian tersebut, tim mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya RIB 02 Banten, peralatan SAR air, peralatan medis, komunikasi, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Lokasi dugaan terakhir speedboat berada di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, pada koordinat 6°14’40.52″S 105°40’49.48″T. Jarak dari RIB 02 Banten menuju lokasi diperkirakan sekitar 9,98 nautical mile dengan waktu tempuh kurang lebih 40 menit.

Kondisi cuaca di wilayah pencarian dilaporkan cerah berawan. Angin bergerak dari selatan ke utara dengan kecepatan sekitar 16,7 knot, sementara tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.

PWI Banten Prihatin

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten menyampaikan keprihatinan atas hilang kontaknya lima jurnalis tersebut. PWI Banten berharap seluruh jurnalis bersama tiga kru speedboat dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Ketua PWI Banten Rian Nopandra mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan keluarga salah satu jurnalis yang dilaporkan hilang, yakni M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara yang juga memiliki keterkaitan dengan PWI Lebak.

“Kami ikut prihatin atas adanya laporan lima wartawan yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Kami sudah melakukan kontak dengan salah satu keluarga wartawan yang hilang kontak itu,” kata Rian.

Rian mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, lima jurnalis tersebut berada dalam speedboat bersama tiga orang kru ketika melakukan perjalanan menuju kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.

“Kami semua memanjatkan doa terbaik untuk teman-teman kita. Semoga seluruh jurnalis dan tiga orang kru speedboat dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ujarnya.

Rian juga menugaskan Sekretaris PWI Banten Fahdi Khalid untuk berkomunikasi dengan Mansyur Suryana, ayah kandung M. Bagus Khoirunnas.

Mansyur membenarkan bahwa hingga saat ini pihak keluarga belum mendapatkan kabar mengenai keberadaan Bagus.

“Belum ketemu. Saya harap ada kabar baik. Mohon doanya saja dari semua teman-teman agar Bagus dan rekan-rekan selamat,” kata Mansyur.

Menurut Mansyur, Bagus selama ini memiliki perhatian besar terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kerap berada di sekitar kawasan tersebut untuk menjalankan tugas jurnalistik.

Bagus juga disebut dipercaya menjadi koordinator yang membantu mengantarkan sejumlah jurnalis nasional ke lokasi peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Mansyur mengatakan, salah satu hasil jepretan Bagus terkait aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau sebelumnya sempat mendapat perhatian luas setelah diunggah di media sosial Presiden Republik Indonesia.

Keluarga berharap operasi pencarian yang dilakukan tim SAR dapat segera membuahkan hasil dan seluruh jurnalis beserta kru speedboat ditemukan dalam keadaan selamat. (*)

LAINNYA