Mahasiswa KKN UMT Kunciran Jaya saat memberikan edukasi tentang pencegahan kenakalan remaja kepada siswa SMAN 9 Kota Tangerang. (Foto: Ist) KOTA TANGERANG | TD — Masa remaja merupakan fase penting dalam proses pencarian jati diri. Pada masa ini, remaja mulai membangun pertemanan, mencoba berbagai hal baru, sekaligus belajar menentukan pilihan yang akan memengaruhi masa depan.
Namun, fase tersebut juga tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satunya adalah kenakalan remaja yang dapat dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan maupun perkembangan teknologi.
Menyikapi persoalan tersebut, mahasiswa KKN UMT Kunciran Jaya menggelar kegiatan edukasi mengenai kenakalan remaja bersama siswa SMAN 9 Kota Tangerang, Jumat (7/8) . Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk memberikan pemahaman sekaligus membangun kesadaran generasi muda agar mampu mengenali dan menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk kenakalan remaja, tetapi juga diajak mengenali faktor penyebab serta dampak yang mungkin ditimbulkan terhadap diri sendiri, keluarga, lingkungan, hingga masa depan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Danda Aditia. Materi disampaikan menggunakan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga pembahasan mengenai kenakalan remaja lebih mudah dipahami dan tidak terkesan menggurui.
Para siswa diajak mengenali berbagai perilaku yang berpotensi mengarah pada kenakalan remaja. Selain itu, mereka juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya memilih lingkungan pertemanan, menggunakan media sosial secara bijak, serta berani mengambil keputusan yang positif.
Pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut sederhana, tetapi penting: setiap keputusan yang diambil hari ini dapat membawa konsekuensi bagi kehidupan di masa mendatang.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Sesi tersebut dipandu Ryan Putra Kusuma selaku moderator.
Dalam sesi ini, siswa diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan, pendapat, maupun pandangan mereka mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kenakalan remaja.
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Keterlibatan siswa menunjukkan bahwa isu kenakalan remaja merupakan persoalan yang cukup dekat dengan kehidupan generasi muda.
Melalui dialog tersebut, siswa tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi juga didorong untuk berpikir kritis dalam melihat sebuah persoalan dari berbagai sudut pandang.
Diskusi juga menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk memahami bahwa setiap keputusan membutuhkan pertimbangan yang matang, terutama ketika keputusan tersebut berpotensi memengaruhi pendidikan, hubungan sosial, serta masa depan mereka.
Bagi KKN UMT Kunciran Jaya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari program kerja, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pendidikan dan pemberdayaan generasi muda.
Pertemuan dengan siswa SMAN 9 Tangerang menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan sekaligus memahami lebih dekat berbagai tantangan yang dihadapi remaja di tengah perkembangan lingkungan sosial dan teknologi.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, mahasiswa KKN UMT Kunciran Jaya berupaya mengambil bagian dalam membangun kesadaran generasi muda agar mampu menentukan pilihan yang tepat.
Sebab, membangun generasi muda tidak cukup hanya dengan memberikan pengetahuan. Yang tidak kalah penting adalah menumbuhkan kesadaran, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan memahami konsekuensi dari setiap pilihan.
Pencegahan kenakalan remaja pada akhirnya bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Keluarga, lingkungan, masyarakat, dan remaja itu sendiri memiliki peran yang sama pentingnya.
Kegiatan edukasi bersama siswa SMAN 9 Kota Tangerang menjadi pengingat bahwa masa remaja merupakan fase untuk belajar mengenali diri, memahami konsekuensi, sekaligus berani memilih jalan yang positif.
Dari penyampaian materi hingga diskusi dan tanya jawab, kegiatan tersebut membawa harapan agar para siswa semakin memahami bahwa masa depan merupakan sesuatu yang berharga dan perlu dijaga sejak sekarang.
KKN UMT Kunciran Jaya mengajak, bukan menggurui. Mengedukasi, bukan menghakimi. Bersama generasi muda, membangun langkah kecil menuju masa depan yang lebih baik.
Penulis: Ghefira Nur Fatimah
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Tangerang, sekaligus peserta KKN UMT Kunciran Jaya. (*)