DWP dan BPBD Tangsel Edukasi Anak Usia Dini Hadapi Risiko Bencana

waktu baca 2 menit
Kamis, 16 Apr 2026 12:57 50 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel menggelar edukasi kebencanaan bagi anak usia dini sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana sejak dini, Kamis (16/4/2026).

Ketua DWP Kota Tangsel, Monalisa Indrawati Bambang, mengapresiasi kegiatan yang dinilai penting dalam membangun pemahaman dasar kebencanaan bagi anak-anak, khususnya di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK).

“Alhamdulillah, terima kasih kepada BPBD yang telah memfasilitasi kegiatan ini, juga kepada DWP BPBD yang sudah mengoordinasikan dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program DWP yang berfokus pada edukasi anak. Pada tahun ini, sebanyak tujuh TK turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Namun demikian, Monalisa mengakui masih perlunya peningkatan sosialisasi terkait program edukasi kebencanaan BPBD, agar lebih banyak lembaga pendidikan anak usia dini yang dapat mengakses fasilitas tersebut.

“Masukannya dari PAUD sebelumnya, memang sosialisasi terkait ruang edukasi BPBD masih perlu ditingkatkan. Ini yang harus kita dorong bersama,” katanya.

Ia pun mendorong DWP BPBD agar berperan aktif sebagai penghubung dengan sekolah-sekolah TK melalui organisasi mitra, seperti Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW), guna memperluas jangkauan program.

“Kita harapkan ke depan bisa menjangkau TK-TK yang belum tersentuh. Biasanya yang besar sudah cukup mandiri, sementara yang kecil ini yang perlu kita bantu,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Tangsel, Essa Nugraha, menegaskan pentingnya edukasi kebencanaan sejak dini sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko bencana.

Menurutnya, materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami anak-anak, mencakup penanganan gempa bumi, banjir, hingga pengenalan bencana lain seperti tsunami dan gunung api.

Essa juga menyebut BPBD Tangsel telah dilengkapi berbagai fasilitas, termasuk Command Center yang mampu memberikan peringatan dini saat terjadi bencana.

“Ketika terjadi gempa, sistem kami sudah dapat mendeteksi dan memberikan peringatan melalui sirene. Ini bagian dari kesiapsiagaan yang terus kami tingkatkan,” jelasnya.

Ia berharap kolaborasi dengan DWP dapat terus berlanjut sehingga edukasi kebencanaan dapat menjangkau lebih banyak anak dan masyarakat.

Ke depan, BPBD Tangsel berencana mengembangkan edukasi terpadu dengan melibatkan berbagai instansi, seperti Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, hingga Palang Merah Indonesia (PMI).

“Harapannya, setelah mendapatkan edukasi di sini, anak-anak dan masyarakat memiliki pemahaman yang utuh dalam menghadapi dan menangani bencana secara menyeluruh,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA