Bupati Tangerang Resmikan 110 Rumah Layak Huni untuk Nelayan, Lengkap dengan Infrastruktur dan Fasilitas Umum

waktu baca 2 minutes
Jumat, 13 Feb 2026 21:48 0 Nazwa

TANGERANG | TD — Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, meresmikan 110 rumah layak huni bagi masyarakat nelayan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama koperasi, lembaga sosial, serta para donatur, Jumat (13/2/2026). Peresmian tersebut menjadi penanda hadirnya hunian sehat yang dilengkapi infrastruktur dan fasilitas umum penunjang di kawasan pesisir.

Dalam sambutannya, Maesyal Rasyid menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan 110 rumah sehat yang kini telah ditempati para nelayan. Program yang dimulai sejak 2024 itu menyasar warga yang sebelumnya tidak memiliki lahan maupun hunian tetap. Melalui kolaborasi multipihak, para penerima manfaat kini memiliki rumah yang aman, nyaman, dan tertata untuk dihuni bersama keluarga.

Selain pembangunan rumah, Pemkab Tangerang juga melengkapi kawasan dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti akses air bersih, jalan beton dan paving block lingkungan, balai warga, serta Posyandu. Ke depan, pemerintah daerah berencana menambah penerangan jalan umum (PJU) dan merancang sarana pendidikan seiring pertumbuhan jumlah penduduk di kawasan tersebut.

Tak hanya menyediakan hunian, Pemkab Tangerang turut mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bantuan alat tangkap ikan, cool box, dan sarana penunjang lainnya diberikan guna meningkatkan hasil tangkapan nelayan. Para istri nelayan juga didorong untuk mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tambah agar dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Menurut Bupati, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, koperasi, dan donatur menjadi kunci keberhasilan program revitalisasi rumah nelayan yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Kami senang melihat warga begitu gembira. Kini mereka punya rumah, lahan, dan aktivitas usaha. Ini menjadi kebanggaan kita bersama,” ujarnya.

Program revitalisasi ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir berpenghasilan rendah melalui penyediaan hunian layak, akses kepemilikan lahan, serta infrastruktur dasar yang menunjang lingkungan sehat dan aman. Sebanyak 110 keluarga yang sebelumnya tinggal dalam kondisi tidak layak huni dengan keterbatasan air bersih dan sanitasi, kini menempati rumah yang lebih aman dan tertata. Kawasan tersebut juga dilengkapi jalan lingkungan, drainase, jaringan air bersih, fasilitas umum, dan ruang komunal.

Sementara itu, Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia menyatakan program ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat akan hunian yang sehat, aman, dan nyaman. Ia berharap revitalisasi tersebut menjadi fondasi kuat bagi warga untuk menata masa depan yang lebih baik.

Salah satu penerima manfaat mengaku bersyukur karena kini keluarganya memiliki rumah layak huni. Ia berharap program tersebut membawa dampak pada peningkatan kesejahteraan, baik dari sisi tempat tinggal maupun penghasilan. “Dengan bantuan alat tangkap dan fasilitas lainnya, semoga hasil melaut kami semakin baik dan kehidupan keluarga makin sejahtera,” pungkasnya. (*)

LAINNYA