Morula Indonesia dan Monash University Bangun Registri IVF, Klinik Internasional Dibuka di BSD

waktu baca 3 menit
Jumat, 18 Sep 2026 17:51 63 Nazwa

TANGERANG | TD — Morula Indonesia resmi membuka Morula International Fertility Clinic (Morula IFC) di Biomedical Campus, BSD City, Jumat, (18/9/2026). Bersamaan dengan pembukaan tersebut, Morula menggandeng Education Program in Reproduction and Development (EPRD) Monash University untuk membangun registri longitudinal hasil fertilisasi in vitro (IVF) berbasis data dari jaringan klinik Morula di Indonesia.

Kehadiran Morula IFC dan kerja sama dengan Monash University menjadi bagian dari upaya Morula memperluas layanan fertilitas sekaligus memperkuat pengukuran hasil perawatan berbasis data.

Registri IVF tersebut dirancang untuk mengikuti perjalanan embrio sejak satu kali pengambilan sel telur hingga kelahiran hidup. Pendekatan complete ART cycle menghubungkan pengambilan sel telur dengan seluruh transfer embrio berikutnya, baik embrio segar maupun beku.

Data yang dikembangkan akan mencakup angka kelahiran hidup kumulatif, hasil transfer embrio segar dan beku, hasil berdasarkan kelompok pasien, serta waktu dan jumlah tahapan perawatan hingga mencapai kelahiran hidup.

“Bagi pasien, pertanyaan yang penting bukan hanya apakah suatu transfer embrio menghasilkan kehamilan, tetapi juga seberapa besar kemungkinan pada akhirnya mencapai kelahiran hidup setelah menjalani keseluruhan rangkaian perawatan,” ujar Dr. Mulyoto Pangestu, dosen EPRD Monash University.

Dr. Ivan Rizal Sini, CEO PT Morula Indonesia sekaligus Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, mengatakan kerja sama tersebut diharapkan memperkuat bukti ilmiah dan transparansi hasil layanan fertilitas di Indonesia.

“Kehamilan merupakan sebuah tahapan penting, tetapi pada akhirnya keluarga menjalani perawatan fertilitas dengan harapan dapat memiliki seorang bayi,” ujarnya.

Morula IFC Hadir di BSD

Morula IFC merupakan pusat layanan fertilitas seluas sekitar 1.200 meter persegi yang dikembangkan berdasarkan pengalaman 28 tahun Morula dalam pelayanan fertilitas di Indonesia.

Klinik tersebut ditujukan untuk memperluas akses terhadap layanan fertilitas tingkat lanjut bagi masyarakat Tangerang Raya, Banten, dan Jabodetabek bagian barat.

Laboratorium klinik dipimpin Audrey Wei, Scientific Director dan klinis embriologis asal Australia dengan pengalaman internasional lebih dari 20 tahun, bersama Prof. Arief Boediono, Group Scientific Director Morula Indonesia.

Morula IFC menerapkan konsep Morula 360° Fertility Care, yang mengintegrasikan layanan medis, keperawatan, embriologi, farmasi, dan dukungan pasien.

Fasilitas klinik mencakup laboratorium IVF dan penyimpanan kriopreservasi dengan pemantauan 24 jam, serta ruang konsultasi dan konseling.

Deputy CEO Morula Indonesia Naveen K. Mantha mengatakan konsep internasional yang diterapkan Morula IFC menggabungkan pengalaman global dengan pemahaman terhadap kebutuhan keluarga Indonesia.

“Menjadi internasional bukan hanya tentang dari mana keahlian kami berasal,” ujarnya.

Menurut dia, standar global perlu diterapkan secara konsisten dalam setiap tahapan perjalanan fertilitas pasien.

Sementara itu, Dr. Ivan mengatakan penguatan layanan fertilitas perlu didukung data yang kuat, transparansi hasil, dan kolaborasi internasional.

“Dengan demikian, kita dapat memperkuat kepercayaan terhadap layanan fertilitas di Indonesia,” ujarnya. (*)

LAINNYA