Belum Sepenuhnya Tenang, Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi Pagi Ini

waktu baca 2 menit
Selasa, 8 Sep 2026 11:46 56 Nazwa

BANTEN | TD — Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menunjukkan peningkatan setelah gunung api tersebut kembali mengalami erupsi pada Selasa (8/9/2026) pagi.

Berdasarkan laporan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi kembali terekam pada pagi hari setelah sebelumnya aktivitas erupsi menerus selama sekitar 25 jam berakhir dan aktivitas gunung api dilaporkan mengalami penurunan.

Erupsi pertama pada Selasa pagi tercatat sekitar pukul 05.08 WIB, kemudian kembali terjadi sekitar pukul 05.34 WIB. Sejumlah erupsi juga terekam hingga pagi hari, menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih berlangsung secara episodik.

Status Gunung Anak Krakatau Masih Level III

Meski intensitas erupsi terbaru disebut lebih rendah dibandingkan episode erupsi menerus sebelumnya, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

Dalam evaluasi Badan Geologi per 7 September 2026, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih memperlihatkan erupsi strombolian secara berkala. Rekaman kegempaan juga menunjukkan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung, meski nilai amplitudo RSAM yang sempat meningkat pada 5 September kembali menurun pada 6 September.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat, wisatawan maupun pendaki dilarang mendekati atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

PVMBG juga mengingatkan potensi bahaya berupa awan panas, lava, lontaran batu pijar serta hujan abu lebat. Masyarakat yang terdampak abu vulkanik dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Abu Vulkanik Masih Menjadi Perhatian

Selain aktivitas erupsi, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga masih menjadi perhatian karena dapat berubah mengikuti kondisi angin.

BMKG pada Selasa pagi melaporkan dinamika sebaran abu vulkanik dan dampaknya terhadap penerbangan. Sebelumnya, abu vulkanik Anak Krakatau telah menyebabkan sejumlah bandara ditutup sementara sebagai langkah keselamatan penerbangan.

Kendati demikian, kondisi penerbangan di sejumlah bandara mulai berangsur membaik setelah konsentrasi abu menurun dan arah angin berubah. Pemerintah dan otoritas terkait tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan abu vulkanik serta potensi dampaknya terhadap penerbangan.

Masyarakat Banten dan Lampung Diminta Tetap Tenang

Badan Geologi mengimbau masyarakat di wilayah pantai Banten dan Lampung agar tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak berasal dari sumber resmi.

Masyarakat diminta mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi PVMBG, Badan Geologi, BMKG maupun BPBD setempat.

Sementara itu, hingga evaluasi terakhir yang diterbitkan Badan Geologi, status Gunung Anak Krakatau tetap Level III (Siaga) dan rekomendasi larangan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas masih berlaku.

Aktivitas gunung api akan terus dievaluasi secara berkala dan status maupun rekomendasi dapat berubah apabila terjadi perkembangan signifikan. (Nazwa)

LAINNYA