Dari Kirab Gunungan hingga Salawat, Festival Maulid Nusantara Satukan Warga Kota Tangerang

waktu baca 3 menit
Selasa, 25 Agu 2026 18:01 18 Nazwa

KOTA TANGERANG | TD — Suasana semarak menyelimuti Kota Tangerang saat Festival Maulid Nusantara 2026 digelar melalui rangkaian Muludan Tiga Masjid, Selasa (25/08/2026). Kirab Gunungan menjadi salah satu rangkaian yang menarik perhatian masyarakat, dengan iring-iringan yang bergerak dari Taman Elektrik dan kawasan Tugu Jam menuju Masjid Agung Al-Ittihad.

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin bersama Wakil Wali Kota H. Maryono, Sekretaris Daerah Kota Tangerang H. Herman Suwarman, serta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang turut ambil bagian dalam kirab tersebut. Kehadiran jajaran pemerintah bersama masyarakat membuat rangkaian Maulid berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan.

Kirab Gunungan berlangsung meriah. Masyarakat dari berbagai kalangan ikut menyaksikan dan berjalan bersama rombongan menuju lokasi utama perayaan. Lantunan salawat turut mengiringi perjalanan, menghadirkan nuansa religius sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Bagi Sachrudin, kemeriahan tersebut bukan sekadar gambaran antusiasme masyarakat dalam mengikuti sebuah perayaan. Lebih dari itu, kebersamaan dalam kirab menjadi bagian dari upaya memperkuat syiar Islam dan silaturahmi di tengah kehidupan masyarakat Kota Tangerang.

“Di sini kita berjalan, bersalawat, dan merayakan Maulid bersama. Ketika syiar dibangun dengan kebersamaan, insya Allah keberkahannya juga semakin luas,” ujar Sachrudin.

Ia mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi momentum untuk kembali mengenang sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW. Nilai tersebut, menurutnya, penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya ketika peringatan Maulid berlangsung.

“Maulid Nabi Muhammad SAW selain untuk mengenang kelahiran Rasulullah, sekaligus meneguhkan kecintaan kita kepada beliau. Semoga peringatan ini membawa keberkahan dan mendorong kita untuk semakin mengenal serta meneladani akhlaknya,” katanya.

Pesan tersebut kemudian diterjemahkan melalui ajakan untuk menghadirkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat. Sachrudin menekankan pentingnya menjaga ucapan dan sikap, menghormati tetangga, menyikapi perbedaan secara bijak, serta membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Mulai dari menjaga ucapan dan sikap, menghormati tetangga, menyikapi perbedaan dengan bijak, hingga membantu mereka yang membutuhkan. Inilah cara kita menghadirkan ajaran Rasulullah dalam kehidupan,” tuturnya.

Rangkaian kirab juga menjadi ruang perjumpaan antara pemerintah dan masyarakat. Jajaran Pemkot Tangerang tidak hanya hadir dalam kapasitas sebagai penyelenggara pemerintahan, tetapi ikut berjalan dan bersalawat bersama warga dalam suasana perayaan yang terbuka bagi berbagai elemen masyarakat.

Wakil Wali Kota Tangerang H. Maryono mengatakan, keterlibatan jajaran Pemkot Tangerang dalam kirab menjadi wujud kebersamaan dalam menyemarakkan Maulid Nabi sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.

“Kita bersalawat dan merayakan Maulid bersama. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan keteladanan Rasulullah SAW semakin hadir dalam kehidupan kita,” ujar Maryono.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tangerang H. Herman Suwarman menilai tradisi Muludan memiliki nilai penting untuk terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi berikutnya.

“Tradisi ini bukan sekadar perayaan, tetapi tradisi yang harus terus kita rawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Herman.

Kehadiran alim ulama, santri, jajaran pemerintah, dan masyarakat dalam rangkaian Festival Maulid Nusantara 2026 menunjukkan bahwa peringatan Maulid tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai unsur masyarakat.

Di tengah kemeriahan kirab dan lantunan salawat, masyarakat Kota Tangerang kembali merayakan Maulid Nabi dalam satu ruang kebersamaan. Tradisi yang dirawat secara turun-temurun pun terus menemukan bentuknya melalui perayaan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Rangkaian Muludan kemudian berlanjut hingga masyarakat yang hadir dijamu dengan 3.000 porsi nasi kebuli untuk disantap bersama. Jamuan tersebut menjadi penutup yang memperkuat suasana kebersamaan sekaligus menjadi wujud syukur dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. (*)

LAINNYA