SMKN 5 Tangsel Sambut 324 Siswa Baru, Tradisi Sungkeman Warnai Hari Pertama MPLS

waktu baca 2 menit
Senin, 13 Jul 2026 21:17 33 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Sebanyak 324 peserta didik baru SMK Negeri 5 Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang mengusung tema “MPLS Ramah Mewujudkan SMK Hebat yang Aman dan Nyaman”, Senin (13/7/2026).

Kegiatan MPLS yang berlangsung selama lima hari tersebut mendapat pemantauan langsung dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten. Pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), aman, nyaman, serta bebas dari praktik perundungan.

Kepala SMKN 5 Tangerang Selatan, Rohmani Yusuf, mengatakan pada tahun ajaran 2026/2027 sekolah menerima sembilan rombongan belajar (rombel) dengan total 324 peserta didik baru. Rinciannya terdiri atas tiga rombel Teknik Pengelasan, dua rombel Desain Komunikasi Visual (DKV), dan empat rombel Farmasi.

Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, SMKN 5 Tangsel kembali mempertahankan tradisi sungkeman antara peserta didik baru dan orang tua. Tradisi tersebut menjadi simbol penyerahan amanah pendidikan dari orang tua kepada pihak sekolah sekaligus bentuk komitmen bersama dalam mendampingi proses pendidikan siswa.

Menurut Rohmani, tradisi sungkeman diharapkan menjadi awal yang baik bagi para peserta didik untuk menumbuhkan semangat belajar, meraih prestasi, serta membangun karakter positif selama menempuh pendidikan di SMKN 5 Tangsel.

Sementara itu, perwakilan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Nana Halim, menegaskan bahwa pemantauan dilakukan guna memastikan seluruh sekolah mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan.

Pada kesempatan tersebut, Nana juga menyerahkan bantuan peralatan kebersihan kepada SMKN 5 Tangsel sebagai bagian dari Program Sekolah Asri untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman.

“Harapannya budaya hidup bersih, saling menghormati, dan bebas bullying benar-benar menjadi kebiasaan di sekolah sehingga lahir generasi yang berkarakter dan berprestasi,” ujar Nana. (Idris Ibrahim/Red)

LAINNYA