Soroti Kenaikan BBM, Mahasiswa UIN Jakarta Turun ke Jalan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 13 Jun 2026 12:24 56 Redaksi

JAKARTA | TD — Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta turut turun ke jalan dalam aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026), untuk menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Aksi yang mengusung tagar #MenujuIndonesiaBangkrut itu diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Kehadiran mahasiswa UIN Jakarta merupakan tindak lanjut dari hasil Diskusi Publik dan Konsolidasi Mahasiswa UIN Jakarta bertajuk “Bola Liar Kebijakan Prabowo” yang digelar sehari sebelumnya oleh Koneksi UIN Jakarta.

Sejak siang hari, aparat kepolisian melakukan pengamanan di sejumlah ruas jalan menuju Bundaran HI. Kondisi tersebut sempat membuat beberapa kelompok massa mengalami kendala untuk berkumpul di titik aksi. Namun, secara bertahap mahasiswa dari berbagai kampus berhasil menyatukan barisan dan menggelar demonstrasi di kawasan tersebut.

Dalam aksi itu, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama, yakni menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, mengakhiri militerisme di ranah sipil, serta mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui dan mengevaluasi berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai bermasalah.

Koordinator Lapangan Koneksi UIN Jakarta, Rikza Anung Andita Putra, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa untuk mengawal kebijakan publik yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Kami turun ke jalan karena melihat semakin banyak kebijakan yang tidak menjawab keresahan masyarakat. Kenaikan harga BBM, tekanan ekonomi, persoalan tata kelola anggaran, hingga program prioritas pemerintah yang menuai kritik publik harus mendapat perhatian serius. Mahasiswa masih memiliki tanggung jawab sebagai kekuatan moral yang menjalankan fungsi kontrol terhadap kekuasaan,” ujarnya.

Selain menyampaikan aspirasi melalui orasi, mahasiswa UIN Jakarta bersama mahasiswa UPN Veteran Jakarta juga membacakan pernyataan sikap yang berisi desakan kepada pemerintah untuk memperbaiki tata kelola ekonomi nasional, memperkuat kedaulatan energi, mengevaluasi program-program prioritas, serta menjaga prinsip demokrasi dan supremasi sipil.

Aksi berlangsung hingga malam hari dan mendapat perhatian sejumlah media yang melakukan peliputan langsung di lokasi. Meski belum memperoleh respons konkret dari pemerintah, mahasiswa menegaskan bahwa gerakan tersebut tidak akan berhenti pada aksi kali ini.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa UIN Jakarta berencana menggelar konsolidasi lanjutan guna memperluas basis gerakan dan memperkuat koordinasi antarkampus dalam mengawal berbagai isu kebijakan publik yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. (*)

LAINNYA