Disnaker Kota Tangerang Siapkan SDM Go Global, Pelatihan Bahasa Jepang Jadi Bekal Tembus Pasar Kerja Internasional

waktu baca 3 menit
Selasa, 2 Jun 2026 22:49 30 Nazwa

KOTA TANGERANG | TD – Di tengah dinamika dunia ketenagakerjaan yang semakin kompetitif, ditandai dengan meningkatnya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) serta relokasi sejumlah perusahaan padat karya, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) terus melakukan berbagai langkah strategis untuk memperluas peluang kerja bagi masyarakat.

Salah satu upaya yang kini menjadi fokus adalah penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui program Pelatihan Bahasa Jepang Bersertifikasi Internasional yang diselenggarakan di Laboratorium Bahasa Disnaker Kota Tangerang. Program ini dirancang untuk membuka akses yang lebih luas bagi pencari kerja agar mampu bersaing tidak hanya di pasar kerja nasional, tetapi juga di tingkat internasional.

Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, mengatakan bahwa penguasaan bahasa asing saat ini menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat. Karena itu, pemerintah hadir untuk memberikan bekal keterampilan tambahan yang dapat meningkatkan daya saing masyarakat.

“Persaingan kerja saat ini semakin tinggi. Oleh karena itu, masyarakat perlu dibekali kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja global agar memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan, termasuk di luar negeri seperti Jepang,” ujarnya.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga bulan tersebut dilaksanakan secara intensif dengan durasi pembelajaran mencapai delapan jam setiap hari. Selain mempelajari kemampuan berbahasa Jepang secara komprehensif, peserta juga mendapatkan materi mengenai budaya kerja Jepang, etika komunikasi profesional, hingga penguasaan huruf Hiragana dan Katakana yang menjadi dasar penting dalam penggunaan bahasa Jepang sehari-hari maupun di lingkungan kerja.

Sebagai bagian dari proses sertifikasi, seluruh peserta akan mengikuti Japan Foundation Test (JFT) pada akhir masa pelatihan. Ujian tersebut menjadi salah satu syarat untuk memperoleh sertifikat kemampuan bahasa Jepang setara level N4, yang merupakan standar minimum bagi tenaga kerja asing yang ingin bekerja atau mengikuti program magang di Jepang.

Menurut Ujang, peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jepang masih terbuka sangat luas, terutama melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) yang saat ini membutuhkan banyak tenaga kerja terampil di berbagai sektor industri dan jasa.

“Minimal harus memiliki kemampuan bahasa Jepang level N4. Sertifikasi ini menjadi syarat penting agar tenaga kerja dapat bekerja secara legal dan memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah Jepang,” jelasnya.

Pada pelaksanaan angkatan ketiga program ini, sebanyak 16 peserta mendapatkan fasilitas pelatihan secara penuh yang dibiayai Pemerintah Kota Tangerang. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program unggulan Gampang Kerja, yang bertujuan meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja yang lebih baik.

Antusiasme masyarakat terhadap pelatihan bahasa asing juga menunjukkan tren yang terus meningkat. Berdasarkan data Disnaker Kota Tangerang, sekitar 300 pencari kerja telah mendaftarkan diri untuk mengikuti program serupa. Dari jumlah tersebut, hampir 200 orang telah mengikuti pelatihan melalui berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang menjadi mitra pemerintah daerah.

Tingginya minat masyarakat tersebut menjadi indikator bahwa kebutuhan akan kompetensi berstandar internasional semakin besar. Karena itu, Disnaker Kota Tangerang berencana memperluas jenis pelatihan bahasa asing yang tersedia, termasuk Bahasa Mandarin dan Bahasa Korea, yang dinilai memiliki prospek kerja menjanjikan di berbagai negara tujuan penempatan tenaga kerja.

Melalui berbagai program peningkatan kompetensi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang berharap dapat melahirkan tenaga kerja yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu beradaptasi dengan tuntutan pasar global yang terus berkembang.

“Tujuan akhirnya adalah menciptakan tenaga kerja Kota Tangerang yang kompetitif, profesional, siap kerja, dan mampu bersaing di tingkat global,” pungkas Ujang. [adv]

LAINNYA