Rakor PJU Banten, Tangsel Minta Respons Cepat Penanganan Lampu Jalan Rusak

waktu baca 2 menit
Rabu, 20 Mei 2026 18:08 42 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD – Pemerintah Kota Tangerang Selatan meminta penanganan lampu jalan rusak di ruas jalan nasional dan provinsi dipercepat. Pasalnya, masih banyak titik Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mati dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Permintaan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) PJU Ruas Jalan Nasional Wilayah Provinsi Banten yang digelar di BLKI Provinsi Banten, Serpong Utara, Selasa (19/5/2026).

Menurut Pilar, sejumlah ruas strategis di wilayah Tangsel seperti Ciputat dan Pamulang masih membutuhkan perbaikan serta penambahan lampu jalan karena banyak PJU yang sudah tidak berfungsi optimal.

“Kami Pemkot Tangsel mendukung langkah Pak Gubernur untuk mendorong percepatan optimalisasi PJU di wilayah Banten, khususnya di Tangerang Selatan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kerusakan lampu jalan tidak hanya berdampak pada kenyamanan berkendara, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas hingga potensi tindak kriminalitas.

“Masih ada lampu yang mati dan tidak berjalan. Ini harus segera diganti untuk menghindari kecelakaan dan juga kriminalitas,” kata Pilar.

Pilar menjelaskan, selama ini Pemkot Tangsel rutin menjalankan program “Tangsel Terang” dengan memasang PJU di kawasan permukiman, lingkungan perumahan, hingga jalan-jalan kota. Namun untuk ruas jalan nasional dan provinsi, penanganannya membutuhkan koordinasi lintas pemerintah.

Karena itu, ia meminta komunikasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, dapat diperkuat agar proses perbaikan lampu jalan berjalan lebih cepat.

“Koordinasi ini harus terus diakselerasi supaya komunikasi Pemkot Tangsel dengan PU pusat berjalan baik. Kalau ada lampu putus atau kerusakan, responsnya bisa cepat,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni mengatakan rapat koordinasi tersebut digelar untuk menyamakan data dan persepsi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga PLN terkait penanganan PJU di jalan nasional.

Menurut Andra, persoalan lampu jalan tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri karena menyangkut lintas kewenangan.

“Tujuan rapat ini menyamakan persepsi, menyamakan data, dan menyelaraskan upaya agar persoalan penerangan jalan umum bisa kita selesaikan bersama-sama,” ujar Andra.

Ia menambahkan, berdasarkan data sementara, kebutuhan PJU di ruas jalan nasional wilayah Banten mencapai sekitar 8.000 titik. Sementara panjang jalan nasional di Provinsi Banten tercatat sekitar 560 kilometer yang tersebar di delapan kabupaten/kota. (*)

LAINNYA