Pimpinan PAC GP Ansor Se-Kabupaten Tangerang Resmi Dilantik

waktu baca 3 menit
Sabtu, 16 Mei 2026 19:44 43 Nazwa

TANGERANG | TD — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor se-Kabupaten Tangerang resmi dilantik dalam prosesi yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Sabtu (16/5/2026). Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Provinsi Banten, Tubagus Adam Ma’rifat.

Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan arah gerakan GP Ansor di Kabupaten Tangerang. Kegiatan dihadiri jajaran pengurus Ansor-Banser, tokoh agama, kader muda Nahdlatul Ulama, serta unsur Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, Bupati Tangerang menegaskan pentingnya peran GP Ansor dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan merawat toleransi antarumat beragama.

“Ansor harus menjadi garda terdepan dalam menjaga dan merawat keberagaman serta menjaga toleransi antarumat beragama,” ujarnya.

Menurutnya, Ansor memiliki tanggung jawab besar dalam membina dan mengkader pemuda Islam agar tetap berpijak pada nilai kebangsaan, moderasi, dan persatuan.

“Pancasila harus dijaga bersama. Ansor memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial di tengah masyarakat,” katanya.

Ia juga mengapresiasi berbagai program sosial dan kepemudaan yang dijalankan GP Ansor serta menilai sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Ansor menjadi hal strategis.

“Ansor harus hadir di tengah masyarakat. Kami bangga dan mengapresiasi kontribusi Ansor. Pemerintah Kabupaten Tangerang menyambut baik berbagai program positif yang dijalankan,” tambahnya.

Sementara itu, pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan PAC GP Ansor se-Kabupaten Tangerang dilakukan oleh Sekretaris PW GP Ansor Banten, H. M. Alvi Ruzabady.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tangerang, Muhamad Asdiansyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa GP Ansor tidak boleh berjalan stagnan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Kita harus berbenah atau punah. Organisasi yang berhenti bergerak akan ditinggalkan oleh sejarah. Hari ini kita diberi kesempatan untuk berjuang dan berkorban. Kalau kesempatan itu tidak digunakan untuk membangun organisasi dan melayani umat, maka kita sedang menyiapkan kemunduran kita sendiri,” tegasnya.

Ia mengatakan, GP Ansor harus mampu menjadi organisasi yang kuat secara ideologis sekaligus mandiri secara ekonomi agar mampu memberi manfaat nyata kepada masyarakat.

“Ansor dikenal sebagai organisasi penolong. Tapi pertanyaannya, bagaimana kita bisa menolong kalau organisasi kita sendiri kosong, lemah, dan tidak mandiri? Karena itu, penguatan ekonomi kader dan organisasi harus menjadi agenda serius,” ujarnya.

Menurutnya, kemandirian bukan hanya soal finansial, tetapi juga menyangkut daya tahan organisasi dalam menghadapi perubahan sosial dan tantangan generasi muda.

“Mari kita jadikan GP Ansor Kabupaten Tangerang lebih mandiri, lebih progresif, dan lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Banten, Tubagus Adam Ma’rifat, menekankan bahwa pelantikan tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial semata.

“Pelantikan ini harus menjadi simbol perubahan, bukan sekadar pergantian nama dalam struktur kepengurusan. Jangan sampai Ansor hanya sibuk pada formalitas, tetapi kehilangan arah perjuangan,” ujarnya.

Ia menilai, perubahan kepemimpinan harus diikuti dengan perubahan cara berpikir, cara bergerak, dan keberanian menghadirkan inovasi organisasi.

“Spirit perubahan harus dibangun dengan visi yang jelas. Ansor harus mampu menjawab tantangan zaman, membaca kebutuhan masyarakat, dan menghadirkan solusi nyata,” katanya.

Menurutnya, kader Ansor hari ini tidak cukup hanya memiliki loyalitas organisasi, tetapi juga harus memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta kemandirian ekonomi.

“Ansor sedang disiapkan bukan hanya untuk memimpin organisasi hari ini, tetapi untuk menjadi pemimpin masa depan. Karena itu, setiap kader harus memiliki gagasan, visi, dan keberanian melakukan perubahan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung pentingnya penguatan sektor ekonomi melalui program BUMA (Badan Usaha Milik Ansor) sebagai langkah strategis membangun kemandirian organisasi di masa depan. (*)

LAINNYA