KOTA SERANG – Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia melakukan monitoring kegiatan Bank Sampah Digital (BSD) Anggrek yang berada di RW 08 Perumnas Ciracas, Kota Serang, Sabtu (16/5/2026). Kunjungan tersebut berlangsung hangat dan penuh antusiasme warga, khususnya para ibu rumah tangga yang selama ini aktif menjadi pegiat lingkungan di wilayah tersebut.
Sejak tiba di lokasi, Agis langsung disambut puluhan emak-emak anggota BSD Anggrek. Mereka tampak antusias menyampaikan berbagai aspirasi terkait penguatan ekonomi keluarga, pengelolaan sampah rumah tangga, hingga harapan adanya dukungan lebih lanjut dari pemerintah daerah terhadap kegiatan bank sampah yang mereka jalankan.

Dengan suasana santai dan tanpa sekat, Agis terlihat membaur bersama warga. Ia mendengarkan secara langsung setiap keluhan, harapan, dan masukan dari masyarakat. Beberapa ibu rumah tangga mengaku, keberadaan BSD Anggrek tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga mereka.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus mendapat perhatian pemerintah. Karena dari sampah rumah tangga yang dipilah, kami bisa mendapatkan tambahan pemasukan untuk kebutuhan keluarga,” ujar salah satu warga kepada Agis.
BSD Anggrek Perum Ciracas sendiri dikenal sebagai salah satu bank sampah aktif di Kota Serang. Kekompakan para anggotanya dalam menjaga lingkungan melalui pemilahan sampah rumah tangga menjadikan lokasi tersebut kerap dijadikan tujuan studi banding oleh pelajar hingga mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Tak hanya fokus pada pengumpulan sampah, para pegiat BSD Anggrek juga mulai mengembangkan pengolahan sampah bernilai ekonomis. Mulai dari pemilahan plastik, pengelolaan limbah rumah tangga, hingga daur ulang sederhana yang menghasilkan nilai jual.
Menurut warga, aktivitas tersebut perlahan membantu menopang perekonomian keluarga, terutama di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat. Karena itu, mereka berharap ada penguatan program pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan yang dapat terus dikembangkan di tingkat masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia mengapresiasi semangat warga Perum Ciracas yang dinilai mampu menjadi contoh dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Menurut Agis, menjaga kebersihan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Tantangan terbesar hari ini adalah bagaimana mengedukasi masyarakat agar memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mulai membiasakan memilah sampah dari rumah,” ujar Agis.

Ia menegaskan, sampah sebenarnya memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Karena itu, keberadaan bank sampah seperti BSD Anggrek perlu terus didukung dan diperkuat.
“Sampah akan menjadi sampah jika dibiarkan begitu saja. Tapi sampah bisa menjadi emas jika diolah,” tegas Agis.
Agis mengatakan, Pemerintah Kota Serang mendukung penuh berbagai gerakan pengendalian sampah di tengah masyarakat. Selain berdampak pada kebersihan lingkungan, program tersebut juga dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada warga.
Lebih lanjut, Agis mengungkapkan bahwa Pemkot Serang saat ini juga terus menggencarkan berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satunya melalui program pelatihan keterampilan dan penempatan tenaga kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Menurutnya, program-program tersebut disiapkan sebagai langkah konkret pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh peluang kerja yang lebih luas serta meningkatkan taraf hidup keluarga.
“Kita ingin masyarakat Kota Serang memiliki penghasilan yang lebih baik. Karena itu, selain persoalan lingkungan, pemerintah juga fokus membuka akses pelatihan kerja, pemberdayaan masyarakat, hingga peluang kerja untuk warga,” katanya.
Kunjungan Agis ke BSD Anggrek Perum Ciracas pun mendapat sambutan positif dari warga. Mereka berharap komunikasi langsung seperti itu terus dilakukan agar aspirasi masyarakat dapat lebih cepat diterima dan ditindaklanjuti pemerintah daerah.