AHY Apresiasi Program Rumah Nelayan di Tangerang, Dukung Kawasan Produktif dan Berkelanjutan

waktu baca 3 menit
Kamis, 16 Apr 2026 15:56 138 Nazwa

TANGERANG | TD – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan apresiasi terhadap pembangunan hunian layak bagi masyarakat nelayan di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (16/4/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja AHY ke Desa Tanjung Anom dan Desa Ketapang bersama sejumlah pejabat kementerian, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Wakil Gubernur Banten.

Dalam agenda tersebut, AHY yang didampingi Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung kawasan hunian terintegrasi yang merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta.

“Ini contoh sinergi yang berjalan dengan baik. Kami mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Bupati, dalam menyediakan hunian yang lebih layak dan tertata bagi nelayan,” ujar AHY.

Ia menekankan bahwa pembangunan kawasan tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga pada penguatan ekosistem ekonomi masyarakat. Di Desa Tanjung Anom, telah dibangun 110 unit rumah layak huni melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Habitat for Humanity dan koperasi lokal. Sementara di kawasan Ketapang Aquaculture, sekitar 127 rumah telah ditata menjadi lingkungan yang lebih tertib, hijau, dan produktif.

“Kawasan ini harus nyaman untuk dihuni sekaligus memberi nilai ekonomi. Nelayan dapat meningkatkan pendapatan, dan keluarga juga bisa mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tambah,” jelasnya.

Selain meninjau permukiman, AHY juga melihat langsung kawasan mangrove di Desa Ketapang yang berfungsi sebagai pelindung pesisir dari abrasi serta memiliki potensi dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis lingkungan dan olahraga.

“Penanaman mangrove penting untuk mitigasi perubahan iklim sekaligus menjaga wilayah pesisir. Ke depan, kawasan ini berpeluang menjadi destinasi wisata yang memberi manfaat ekonomi bagi warga,” tambahnya.

Penataan kawasan ini merupakan bagian dari program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) yang bertujuan mengubah kawasan kumuh menjadi lebih layak huni, dengan dukungan pendanaan dari APBN, APBD, serta kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan program bedah rumah melalui inisiatif Gebrak Pakumis (Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat, Kumuh, dan Miskin) dengan target pembangunan 1.000 unit rumah layak huni setiap tahun.

Pemkab Tangerang juga akan menindaklanjuti arahan AHY terkait pembangunan infrastruktur pendukung, seperti tanggul penahan abrasi (breakwater), normalisasi sungai, serta fasilitas lainnya untuk memperkuat kawasan pesisir.

“Program pembangunan 1.000 rumah layak huni akan terus dilanjutkan hingga seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang memiliki hunian yang layak. Ini bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan warga,” tegasnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta dalam penataan kawasan pesisir di Kecamatan Mauk dapat menjadi contoh pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap kolaborasi ini bisa menjadi model pembangunan pesisir berkelanjutan yang memperhatikan aspek hunian, lingkungan, dan peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (*)

LAINNYA