
Selamat Idul Fitri 1447 H (Ilustrasi gambar dibuat menggunakan kecerdasan buatan oleh TangerangDaily) RELIGI | TD — Idul Fitri adalah momen yang sangat dinanti oleh umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Hari kemenangan ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga kesempatan untuk menghidupkannya dengan berbagai amalan sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan mengikuti sunnah tersebut, kebahagiaan Idul Fitri akan terasa lebih bermakna dan bernilai ibadah.

Berikut beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilakukan di hari yang penuh berkah ini:
Shalat Idul Fitri termasuk sunnah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah). Bahkan, sebagian ulama berpendapat bahwa hukumnya mendekati wajib secara kolektif. Shalat ini menjadi simbol kebersamaan umat Islam dalam merayakan hari kemenangan.
Disunnahkan untuk mandi terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat Id. Anjuran ini berlaku untuk semua, baik laki-laki maupun perempuan, bahkan bagi yang tidak ikut shalat sekalipun. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak tengah malam hingga pagi hari, dengan waktu terbaik setelah terbit fajar.
Malam Idul Fitri dianjurkan untuk diisi dengan berbagai bentuk ibadah, seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan bershalawat. Hal ini menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa orang yang menghidupkan malam hari raya dengan ibadah akan mendapatkan keutamaan yang besar.
Takbir menjadi salah satu ciri khas Idul Fitri. Bacaan takbir dianjurkan sejak malam hari raya hingga sebelum shalat Id dimulai. Selain mengagungkan Allah, takbir juga menjadi ungkapan syukur atas segala nikmat yang telah diberikan.
Sebelum berangkat shalat Idul Fitri, dianjurkan untuk makan terlebih dahulu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan dengan memakan kurma dalam jumlah ganjil. Hal ini menjadi pembeda dengan Idul Adha serta menandakan bahwa hari tersebut adalah hari berbuka.
Jika memungkinkan, dianjurkan untuk berjalan kaki menuju tempat pelaksanaan shalat Id. Selain menambah pahala, hal ini juga mencerminkan kesederhanaan dan semangat dalam beribadah.
Saat berangkat dan pulang dari shalat Id, dianjurkan untuk melewati rute yang berbeda. Selain mengikuti sunnah Nabi, hal ini juga memiliki hikmah dalam memperluas syiar dan memperbanyak langkah yang bernilai ibadah.
Hari raya adalah waktu untuk menampakkan kebahagiaan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki. Namun, tetap harus memperhatikan adab dan batasan syariat, khususnya bagi perempuan.
Memberikan ucapan selamat di hari raya merupakan tradisi yang baik dan dianjurkan. Tidak ada kalimat khusus yang wajib digunakan, selama mengandung doa dan kebaikan. Ucapan seperti “Selamat Idul Fitri” atau “Mohon maaf lahir dan batin” sudah cukup mewakili makna tersebut.
Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri dan mempererat hubungan dengan sesama. Dengan mengamalkan sunnah-sunnah yang diajarkan, kita tidak hanya merayakan kemenangan, tetapi juga memperkaya makna ibadah dalam kehidupan.
Semoga hari raya yang kita jalani dipenuhi keberkahan dan diterima segala amal ibadah kita. (*)