Pilar Sidak Lokasi Proyek di Maruga, Soroti Buruknya Drainase

waktu baca 3 menit
Selasa, 5 Mei 2026 21:22 36 Nazwa

KOTA TANGSEL | TD — Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di wilayah Ciputat, tepatnya di sekitar Bundaran Maruga. Selasa (5/5/2026).

Pilar menyebut longsoran yang terjadi pada malam sebelumnya berasal dari aktivitas cut and fill di kawasan proyek milik salah satu perusahaan. Material tanah dan lumpur meluber hingga ke badan jalan, menyebabkan kemacetan parah yang dikeluhkan masyarakat.

“Semalam dilaporkan sampai dua hingga tiga jam macet total. Ada warga yang mau berangkat kerja, bahkan ibu hamil ikut terdampak. Ini sangat merugikan,” ujar Pilar saat meninjau lokasi.

Ia menjelaskan, sidak dilakukan untuk mengecek langsung persoalan teknis di lapangan sekaligus meminta klarifikasi dari pihak pemilik lahan dan kontraktor.

Dari hasil peninjauan sementara, Pilar menilai persoalan utama terletak pada belum adanya sistem drainase yang memadai di area proyek.

Menurutnya, meski proses perizinan awal berupa cut and fill telah dilakukan, tahapan lanjutan seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdalalin), hingga izin lingkungan lainnya masih dalam proses.

“Apapun rencana pembangunannya, semua perizinan harus dipenuhi. Tapi sebelum itu, masalah lingkungan harus diselesaikan dulu. Jangan sampai kegiatan proyek justru mengganggu masyarakat,” tegasnya.

Pilar menekankan pentingnya pembangunan saluran drainase di dalam kawasan proyek sebelum pekerjaan lain dilanjutkan. Ia menilai, seharusnya drainase menjadi prioritas sejak awal untuk mencegah limpasan tanah ke jalan umum.

“Drainase kawasan itu wajib dibangun dulu. Kita tidak bisa mengandalkan drainase kota karena itu hanya untuk aliran air, bukan menampung tanah longsoran,” jelasnya.

Selain itu, ia juga meminta agar saluran drainase dibuat hingga terhubung ke sungai guna mencegah pendangkalan akibat material tanah yang terbawa aliran air. Pilar mengingatkan, sedimentasi di sungai dapat menimbulkan masalah baru jika tidak segera ditangani.

Pemerintah Kota Tangsel, lanjutnya, telah meminta pihak perusahaan segera menurunkan alat berat untuk melakukan penggalian saluran drainase, paling lambat dimulai keesokan hari.

“Walaupun terlambat, ini harus segera dilakukan. Tadi pihak kontraktor sudah menyepakati,” ujarnya.

Tak hanya itu, Pilar juga menyoroti kerusakan trotoar yang diterobos untuk akses proyek. Ia meminta agar seluruh aset milik pemerintah yang terdampak segera dikembalikan dan ditata ulang seperti semula.

Di sisi lain, warga juga mengeluhkan potensi longsor susulan, terutama pada area yang berbatasan langsung dengan permukiman. Menanggapi hal itu, Pilar meminta perusahaan segera memperkuat struktur penahan tanah dengan membangun dinding penahan tanah (DPT).

“Kita siagakan dulu hari ini, sambil menunggu penggalian dimulai. Harapannya tidak ada kejadian serupa terulang,” kata Pilar.

Ia menegaskan, proses perizinan lanjutan seperti PBG untuk proyek tersebut saat ini masih ditahan hingga seluruh kewajiban administrasi dan teknis dipenuhi, termasuk ketentuan garis sempadan sungai dan analisis dampak lingkungan.

“Pak Wali Kota juga memberi atensi penuh agar seluruh proses perizinan dilakukan sesuai aturan. Apalagi ini berada di pusat pemerintahan, jadi harus jadi contoh yang baik,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)

LAINNYA