Efek Viral Medsos pada Antusiasme IPO Kaum Muda

waktu baca 2 menit
Senin, 15 Des 2025 01:41 142 Redaksi

OPINI | TD — Fenomena Initial Public Offering (IPO) atau Penawaran Saham Perdana kini tidak lagi eksklusif bagi investor berpengalaman atau kalangan tua. Di era digital, IPO mulai menarik perhatian kaum muda, terutama Gen-Z. Tren ini semakin menguat seiring peran media sosial sebagai sarana penyebaran informasi yang cepat dan masif.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal menyebutkan bahwa penawaran umum adalah kegiatan emiten yang menawarkan dan menjual efek kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku. Efek ini mencakup surat berharga seperti saham, obligasi, unit penyertaan, kontrak berjangka atas efek, dan derivatifnya.

Perkembangan media sosial memungkinkan informasi tersebar dengan cepat tanpa batas ruang dan waktu. Platform populer seperti TikTok menghadirkan beragam foto, video, dan konten edukatif yang mudah diakses siapa saja. Penyebaran informasi yang cepat ini membuat banyak orang, termasuk generasi muda, kini lebih mudah mengetahui peluang investasi seperti IPO.

Contohnya, beberapa bulan lalu, bursa saham di Indonesia dihebohkan oleh IPO beberapa emiten, termasuk Chandra Daya Investasi (CDIA) yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu, salah satu orang terkaya di Indonesia. IPO ini menarik perhatian besar, dengan jumlah permintaan awal mencapai 187,98 miliar saham—sekitar 400 kali lebih banyak daripada saham yang ditawarkan—menunjukkan fenomena oversubscribed berdasarkan data resmi e-IPO pada Jumat (4/7/2025).

Ramainya peminat IPO ini tidak terjadi secara kebetulan. Survei menunjukkan bahwa pengguna media sosial di Indonesia didominasi oleh Gen-Z (Edward Hutasoit, General Manager YouGov Indonesia & India, 28/8/2025). Kehadiran generasi muda sebagai peminat baru di pasar saham ini membuktikan betapa besar pengaruh media sosial dalam menyebarkan informasi yang tepat sasaran dan relevan bagi audiensnya.

Dengan demikian, media sosial bukan hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga instrumen strategis dalam membentuk tren investasi baru di kalangan Gen-Z.

Penulis: Mochamad Farid
Mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. (*)

LAINNYA