Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyampaikan arahan saat peringatan HKG PKK ke-54 tingkat Kabupaten Tangerang. Ia menekankan pentingnya memperkuat 10 Program Pokok PKK agar tidak berhenti sebagai program, tetapi memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat. (Foto: Ist) TANGERANG | TD — Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Tangerang Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK agar memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna (GSG) Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Tangerang, Selasa (29/9/2026), tersebut mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”.
Peringatan HKG PKK ke-54 itu dihadiri Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Wakil Bupati Tangerang, Ketua TP PKK Provinsi Banten, serta Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang Ny. Hj. Rismawati Maesyal Rasyid.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, tema yang diusung dalam HKG PKK ke-54 memiliki makna penting karena 10 Program Pokok PKK berkaitan langsung dengan berbagai aspek kehidupan keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, program tersebut mencakup sejumlah bidang yang menjadi bagian penting dalam pembangunan keluarga, seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, pemberdayaan perempuan, hingga perlindungan anak.
“Sepuluh Program Pokok PKK memiliki peran yang sangat penting karena menyentuh langsung kehidupan keluarga dan masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, hingga pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” ujar Maesyal Rasyid.
Maesyal menegaskan, penguatan 10 Program Pokok PKK harus diwujudkan melalui pelaksanaan yang nyata. Program PKK, kata dia, tidak cukup hanya dirumuskan dan dijalankan secara administratif, tetapi perlu dirasakan manfaatnya hingga tingkat keluarga dan lingkungan masyarakat.
Ia menilai, keluarga menjadi bagian penting dalam keberhasilan pelaksanaan berbagai program pemberdayaan. Karena itu, gerakan PKK perlu terus diarahkan agar mampu mendorong perubahan positif yang dimulai dari lingkungan keluarga.
“Dari keluarga, kita bangun masyarakat. Dari masyarakat, kita kuatkan Kabupaten Tangerang. Dan dari daerah, kita ikut mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya.
Menurut Maesyal, penguatan 10 Program Pokok PKK juga memiliki keterkaitan dengan upaya melaksanakan Asta Cita, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat ekonomi keluarga.
Dengan demikian, peran PKK tidak hanya berkaitan dengan kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembangunan yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.
Dalam kesempatan tersebut, Maesyal juga mengapresiasi para kader PKK yang selama ini menjalankan berbagai kegiatan di tengah masyarakat. Keberadaan kader dinilai penting karena mereka berada dekat dengan keluarga dan memahami kondisi serta kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Pemkab Tangerang, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap gerakan PKK agar pelaksanaan program dapat berjalan secara berkelanjutan.
Namun, Maesyal menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan organisasi yang memiliki peran langsung dalam pemberdayaan keluarga.
“Keberhasilan pembangunan ditentukan oleh seberapa kuat sinergi dan partisipasi seluruh elemen, termasuk PKK. PKK semakin dekat, semakin dirasakan, dan semakin bermanfaat pula bagi masyarakat Kabupaten Tangerang,” tandasnya.
Peringatan HKG PKK ke-54 tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa penguatan 10 Program Pokok PKK perlu terus dilakukan secara konsisten. Dengan pelaksanaan yang menyentuh kebutuhan keluarga dan masyarakat, gerakan PKK diharapkan dapat turut mendukung pembangunan Kabupaten Tangerang sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045. (*)